MAKASSARCHANNEL, BEKASI – Hingga Selasa (28/4/2026) pagi, korban kecelakaan kereta api Senin malam di Bekasi tercatat 14 orang meninggal dunia. Sementara korban luka-luka 84 orang hingga Selasa siang.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin kepada wartawan mengatakan, para korban meninggal telah berada di RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi.
Sedangkan para korban luka-luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan.
Perawatan para korban luka-luka di sejumlah rumah sakit, di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Bekasi Barat, serta RS Siloam Bekasi Timur.
Selain itu, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Hermina.
Bobby juga mengemukakan pihak KAI telah membuka posko tanggap darurat dan posko informasi di Stasiun Bekasi Timur.
Selain itu, KAI menyediakan contact center KAI 121 menjadi sarana informasi, terutama bagi keluarga penumpang yang mengalami kecelakaan.
Batalkan 19 Jadwal Perjalanan
Akibat kecelakaan ini, sampai Selasa siang, KAI membatalkan 19 jadwal perjalanan. Stasiun Bekasi Timur, lokasi kecelakaan juga belum melayani penumpang.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan KAI melakukan penyesuaian perjalanan demi alasan keselamatan.
Anne mengatakan KAI akan mengembalikan bea tiket sebesar 100 persen di luar biaya pemesanan bagi penumpang yang terdampak.
KAI menyediakan dua opsi prosedur pengembalian bea tiket.
Pelanggan bisa melakukan pembatalan langsung di loket stasiun online. Atau mengajukan pembatalan melalui Call Center KAI 121 (021-121).
Tabrakan Kereta
Kecelakaan tabrakan kereta terjadi pada Senin (27/4/2026) malam menjelang pukul 21:00 WIB di Stasiun Bekasi Timur.
KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi menabrak kereta listrik (KRL) jurusan Cikarang yang sedang berhenti.
Kereta ini berhenti karena ada kejadian KRL lain menabrak taksi di dekat stasiun tersebut. KA Agro Bromo menabrak KRL dari belakang.***













