BERITA TERKINIRAGAM INFO

Zikir dan Tauziah Untuk HUT Bulukumba

×

Zikir dan Tauziah Untuk HUT Bulukumba

Sebarkan artikel ini

MAKASSARCHANNEL.COM – Memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bulukumba, panitia HUT ke-59 Bulukumba menggelar zikir dan tausyiah di Masjid Islamic Center (ICDT), Sabtu 2/2/2019).

Acara yang berlangsung mulai pukul 15.00 wita itu menghadirkan penceramah Dr H Usman Jasad S Ag MPd, yang merupakan salahsatu dosen di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar.

Kasubag Humas Bagian Pemberitaan dan Kerjasama Pers Pemkab Bulukumba, Andi Ayatullah Ahmad, mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian HUT ke 59 Bulukumba.

“Setelah kegiatan ini, nanti malam juga akan ada kegiatan lainnya, yakni Gebyar UKM (Usaha Kecil Menegah) di Lapangan Pemuda dan besok lanjut lagi kegiatan KWT (Kelompok Usaha Tani),” ujar Andi Ullah, sapaannya.

Baca Juga :
Rudiantara Dilapor ke Bawaslu

Olehnya, Andi Ullah mengajak seluruh warga Bulukumba untuk hadir menyemarakkan hari lahirnya Butta Panrita Lopi ke 59, seperti menghadiri kegiatan zikir dan tausiah sore.

Dijelaskan juga bahwa, Ketua Panitia HUT ke-59 Bulukumba tahun ini, adalah Kepala Dinas Pendidikan Bulukumba Akhmad Djanuaris. Sedangkan Koordinator zikir dan tausyiah adalah Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Bulukumba, H Ali Yafid. (zul)

Baca Juga  Bermitra Tokopedia, TikTok Shop Buka Lagi Besok

Tinggalkan Balasan

Sea of Becoming Maritime Arts Festival 2026 Makassar
BERITA TERKINI

MAKASSARCHANNEL, Makassar – Makassar Art Forum (MAF) bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kota Makassar menggelar Sea of Becoming – Maritime Arts Festival 2026. Acara ini akan berlangsung pada 27 hingga 29 November 2026 di Pelataran Menara Phinisi, Universitas Negeri Makassar. Panitia mengusung tema “Makassar: Kota yang Terus Menjadi”. Oleh karena itu, festival ini mengajak seluruh lapisan masyarakat membaca kembali sejarah maritim Makassar sebagai sumber ilmu dan inspirasi seni kontemporer. Makassar Menjadi Pusat Perjumpaan Sejarah Maritim dan Seni Kontemporer Laut bukan hanya berperan sebagai batas geografis bagi masyarakat Makassar. Sebaliknya, laut menjadi ruang perjalanan manusia, pertukaran pengetahuan, perjumpaan budaya, serta pembentukan identitas daerah. Makassar memiliki jejak pelayaran yang sangat panjang. Misalnya, rute pelayaran menuju Marege dan hubungan historis dengan masyarakat Yolngu di Australia menunjukkan bagaimana laut menyatukan berbagai komunitas lintas wilayah. Dengan demikian, panitia menempatkan sejarah tersebut bukan hanya sebagai warisan masa lalu, melainkan sebagai gagasan hidup untuk seni kontemporer masa kini. Empat Perspektif Kuratorial Menjadi Landasan Seluruh Rangkaian Acara Panitia menerjemahkan gagasan utama festival melalui empat perspektif kuratorial yang saling terhubung. Keempat perspektif tersebut kemudian menjadi dasar tiga kegiatan utama yakni Pameran, Pertunjukan, dan Forum Dialog….