Rusdin Tompo banyak membagikan kiat-kiat menulis praktis tanpa harus dibebani beragam teori. Dia juga memberikan solusi bagaimana ketika seorang menghadapi kebuntuan ide, sehingga tak melanjutkan tulisannya. Menurutnya, kegiatan membaca, rekreasi, dan berdiskusi dengan teman bisa membantu menyegarkan kembali pikiran untuk melanjutkan tulisan
“Jadikan tulisan-tulisan yang tertunda itu sebagai bank data dan modal untuk kita lanjutkan kegiatan menulis,” katanya memberi tips.
Pustakawan senior pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan(DPK) Provinsi Sulawesi Selatan, Heri Rusmana, yang ikut sebagai peserta, menceritakan pengalamannya menulis artikel dan buku.
“Kalau kita sungguh-sungguh, maka tulisan bisa dirampungkan dalam waktu relatif singkat. Meski diakui, dalam menulis perlu seseorang sebagai teman diskusi atau yang nanti berperan sebagai editor,” kata Heri melalui rilis yang diterima media ini.
Berita Terkait :
Mahasiswi Sastra Inggris UMI PKL Di K-Apel
Beberapa peserta mengakui sering kehabisan kata-kata atau materi untuk pengembangan tulisan. Terkait kendala itu, Rusdin Tompo menyarankan agar tulisan-tulisan itu jangan dihapus atau dibuang. Bisa jadi, nanti diperlukan ketika ada momen atau isu aktual yang bisa memantik kita melanjutkan tulisan tersebut. Bahkan, ketika tulisan kita belum punya judul, lanjutkan saja. Judul bisa dibikin setelah tulisan rampung.
Di akhir kegiatan, peserta sepakat membuat buku kumpulan tulisan yang berkisah tentang pengalaman mereka selama pandemi Covid-19. Masing-masing peserta akan menulis sesuai latar belakangnya. Misalnya, pelajar, mahasiswa, atau pekerja akan menulis tentang dampak pandemi terhadap aktivitas atau kehidupannya. Buku bunga rampai tulisan tersebut rencananya akan diterbitkan pada Desember 2020 nanti.
Ketua K-apel, Rezky Amelia Syafiin, sebelum menutup Sekolah Penulis Komunitas Anak Pelangi menyemangati peserta dengan mengatakan bahwa jika kita punya niat baik maka alam semesta akan mendukungnya.
Rezky Amelia, yang merupakan Duta Baca Sulsel tersebut, menyambut baik rencana membukukan pengalaman selama pandemi, karena akan jadi produk nyata dari Sekolah Menulis ini. (her)













