BERITA TERKINIPOLKUMHAM

Putri Dakka Tolak Maju Di Pilkada

×

Putri Dakka Tolak Maju Di Pilkada

Sebarkan artikel ini

MAKASSARCHANNEL, BELOPA – Calon anggota legislatif (Caleg) melalui Partai NasDem, Putri Dakka tolak maju di Pilkada karena menganggap amanah seorang pemimpin sangat berat.

Hal tersebut disampaikan Putri Dakka saat bersilaturahmi dengan masyarakat di Desa Kaili Kecamatan Suli Barat dan Desa Tumbu Bara Kecamatan Bajo Barat Kabupaten Luwu, Selasa (9/1/2024).

Putri Dakka tolak maju di Pilkada karena tugas sebagai bupati atau wali kota memiliki amanah yang sangat besar.

“Pertanyaannya, apakah dia amanah dalam menjalankan ataukah setelah duduk dia hanya memikirkan diri sendiri. Nah, dari situ banyak pengalaman Putri alami pada saat Putri diminta menjadi memimpin wilayah Bupati atau pun wali kota Putri menolak,” tuturnya.

Menjadi Bermanfaat Bagi Orang Lain

“Kenapa Putri menolak? Itu karena seorang pemimpin bisa saja memimpin dosa atau mengumpul dosa di masa depan ketika seorang pemimpin melupakan tujuan dia berada di panggung ataupun menjabat suatu jabatan tujuan dia adalah apa ? Bagaimana mensejahterahkan rakyat, masyarakat. Bagaimana dia bisa menjadi orang yang bermanfaat melalui kebijakannya,” ungkap Putri dalam orasi agenda kebaikan yang dirilis.

“Tetapi pertanyaannya apakah dia sudah jadi pemimpin yang benar ataukah dia hanya memimpin untuk kepentingan diri. Maka Putri menolak jadi seorang pemimpin yang karena kealpaan maka dia jadi pemimpin yang banyak dosanya,” Putri lagi.

Dia menyebut, “Karena pemimpin di zaman dulu adalah seorang raja. Satu rakyat yang tidur dalam keadaan lapar maka raja juga harus menanggungnya. Dia akan turun tangan dari A sampai Z, hilir sampai hulu semua harus diperhatikan,” imbuhnya.

Agenda Kebaikan

Untuk itu, lanjut Putri Dakka yang terkenal dengan slogan agenda kebaikan ini, menyerukan agar berlomba-lomba mencari kebaikan di dunia ini mencari kedudukan, prestasi dan masa depan tetapi kita sebagai manusia juga harus punya hitungan untuk masa depan.

Karena kehidupan adalah sementara. Kematian adalah sebuah kepastian, maka apakah kita mau menjadi manusia yang benar atau menjadi manusia yang tidak bisa bermanfaat untuk manusia lain. Maka untuk menjadi pemimpin itu harus betul-betul bisa dipertimbangkan secara matang-matang,” ucapnya.

“Lalu Putri ditanya, apakah kau mau jadi bupati atau Wali Kota, Putri menolak keras. Padahal jika kita jadi bupati atau wali kota, kita enak tidur di fasilitas yang nyaman, tidur di kasur yang empuk atau berkendara dengan fasilitas pemerintah yang mewah tetapi ada rakyat kita yang tidur dalam keadaan perut kosong kelaparan maka dosanya ditanggung seorang pemimpin,” ulasnya.

Pilih Jadi Wakil Rakyat

Putri juga menyampaikan alasannya lebih memilih menjadi Caleg DPR RI daripada jadi bupati atau wali kota.

Menurutnya, bukan semata berat tanggung jawabnya menjadi pemimpin, akan tetapi bagaimana kemaslahatan untuk orang banyak yang lebih penting. Salah satunya adalah dengan menjadi anggota parlemen dalam membuat regulasi untuk agenda kebaikan.

Bahkan sebelum mencalonkan diri, Putri harus mencari tau tugas seorang anggota DPR. Ternyata tugas anggota DPR itu membawa aspirasi di mana dia dipilih.

Setiap anggota dewan punya yang namanya dana aspirasi yang akan dikembalikan ke dapil tempatnya meraih kemenangan dalam bentuk pekerjaan.

“Misalnya, pupuk gratis, nelayan atau bedah rumah warga, menghidupkan UMKM. Itu banyak sekali manfaatnya sebagai anggota DPR. Entah kita memberi alat dan mesin pertanian dianggarkan melalui dana aspirasi,” katanya. (bas)

Tinggalkan Balasan