BERITA TERKINIPOLKUMHAM

Polisi Periksa Ichsan Yasin Limpo

×

Polisi Periksa Ichsan Yasin Limpo

Sebarkan artikel ini

“Sehingga kita (Pemkab) tampil untuk memediasi. Beda dengan PTPN Takalar. Kalau PTPN Takalar itu punya HGU sedang PTPN XIV di Gowa hanya punya surat ukur. Surat ukur itu bukan legalitas dari sebuah kepemilikan tanah. Terus tanah itu juga tidak dikuasai. Tapi karena PTPN XIV ini adalah BUMN dan adalah negara maka saya memediasi. Jangan sampai PTPN- nya yang dirugikan. Mediasinya juga bukan cuma saya selaku bupati tapi mediasi juga sampai ke Kapolda dan sampai di Kapolda kita semua tandatangan bersama dengan staf ahli Menteri BUMN,” urai IYL.

Baca Juga :
KPK Cokok Romahurmuziy di Kanwil Agama Jatim

Sebelumnya diberitakan Polres Gowa menyebut ada indikasi tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum dalam pembangunan Kota Idaman di Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa. Polisi telah memeriksa dua pejabat Pemkab Gowa. Yakni Sekretaris Kabupaten Gowa, Muchlis, dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang merupakan mantan Camat Pattallassang, Andi Sura Suaib.

Polisi juga telah melakukan penggeledahan selama tiga jam di ruangan kerja Sekretaris Kabupaten Gowa, Muchlis. Dari penggeledahan ini, polisi menyita dokumen yang diangkut dalam box serta sebuah mesin printer.

Perkara pembangunan Kota Idaman yang digadang-gadang bakal menjadi ibu kota Gowa ini, telah naik ke tahap penyidikan. Polres Gowa telah melakukan gelar perkara di Mapolda Sulsel. Hasil gelar perkara menyepakati, ada tindak pidana korupsi dan tindak pidana umum dalam Pembangunan Kota Idaman yang digagas sejak tahun 2015 ini. (wan)

Baca Juga  Pemprov Dorong Parepare Menjadi Pusat Pertumbuhan Wilayah Tengah Sulsel

Tinggalkan Balasan

Sea of Becoming Maritime Arts Festival 2026 Makassar
BERITA TERKINI

MAKASSARCHANNEL, Makassar – Makassar Art Forum (MAF) bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kota Makassar menggelar Sea of Becoming – Maritime Arts Festival 2026. Acara ini akan berlangsung pada 27 hingga 29 November 2026 di Pelataran Menara Phinisi, Universitas Negeri Makassar. Panitia mengusung tema “Makassar: Kota yang Terus Menjadi”. Oleh karena itu, festival ini mengajak seluruh lapisan masyarakat membaca kembali sejarah maritim Makassar sebagai sumber ilmu dan inspirasi seni kontemporer. Makassar Menjadi Pusat Perjumpaan Sejarah Maritim dan Seni Kontemporer Laut bukan hanya berperan sebagai batas geografis bagi masyarakat Makassar. Sebaliknya, laut menjadi ruang perjalanan manusia, pertukaran pengetahuan, perjumpaan budaya, serta pembentukan identitas daerah. Makassar memiliki jejak pelayaran yang sangat panjang. Misalnya, rute pelayaran menuju Marege dan hubungan historis dengan masyarakat Yolngu di Australia menunjukkan bagaimana laut menyatukan berbagai komunitas lintas wilayah. Dengan demikian, panitia menempatkan sejarah tersebut bukan hanya sebagai warisan masa lalu, melainkan sebagai gagasan hidup untuk seni kontemporer masa kini. Empat Perspektif Kuratorial Menjadi Landasan Seluruh Rangkaian Acara Panitia menerjemahkan gagasan utama festival melalui empat perspektif kuratorial yang saling terhubung. Keempat perspektif tersebut kemudian menjadi dasar tiga kegiatan utama yakni Pameran, Pertunjukan, dan Forum Dialog….