BERITA TERKINIPOLKUMHAM

KPK Cokok Romahurmuziy di Kanwil Agama Jatim

×

KPK Cokok Romahurmuziy di Kanwil Agama Jatim

Sebarkan artikel ini

Ketua KPK Agus Rahardjo, membenarkan penangkapan Romy. Namun, ia belum mau menjelaskan detail soal kasus tersebut.

Menurut Agus, KPK akan menentukan status pihak-pihak yang diamankan dalam waktu 1 x 24 jam.

“Tunggu konferensi pers lanjutan di KPK nanti malam atau besok pagi,” katanya.

Baca Juga :
Big Bos Pengguna Jasa Vanessa Angel

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera saat dikonfirmasi wartawan, membenarkan adanya OTT yang dilakukan KPK di Kakanwil Kemenag pada pukul 09.00 WIB.

Namun, ia tidak bersedia memberikan penjelasan lebih lanjut terkait kasus penangkapan pimpnan salah satu partai tertua itu.

“Itu ranah KPK, coba tanya KPK,” ucap Barung. (ian)

Baca Juga  DPRD Takalar Gelar Paripurna Hak Interpelasi, Bupati Syamsari Nyantai Di Lapangan Makkatang

Tinggalkan Balasan

Sea of Becoming Maritime Arts Festival 2026 Makassar
BERITA TERKINI

MAKASSARCHANNEL, Makassar – Makassar Art Forum (MAF) bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kota Makassar menggelar Sea of Becoming – Maritime Arts Festival 2026. Acara ini akan berlangsung pada 27 hingga 29 November 2026 di Pelataran Menara Phinisi, Universitas Negeri Makassar. Panitia mengusung tema “Makassar: Kota yang Terus Menjadi”. Oleh karena itu, festival ini mengajak seluruh lapisan masyarakat membaca kembali sejarah maritim Makassar sebagai sumber ilmu dan inspirasi seni kontemporer. Makassar Menjadi Pusat Perjumpaan Sejarah Maritim dan Seni Kontemporer Laut bukan hanya berperan sebagai batas geografis bagi masyarakat Makassar. Sebaliknya, laut menjadi ruang perjalanan manusia, pertukaran pengetahuan, perjumpaan budaya, serta pembentukan identitas daerah. Makassar memiliki jejak pelayaran yang sangat panjang. Misalnya, rute pelayaran menuju Marege dan hubungan historis dengan masyarakat Yolngu di Australia menunjukkan bagaimana laut menyatukan berbagai komunitas lintas wilayah. Dengan demikian, panitia menempatkan sejarah tersebut bukan hanya sebagai warisan masa lalu, melainkan sebagai gagasan hidup untuk seni kontemporer masa kini. Empat Perspektif Kuratorial Menjadi Landasan Seluruh Rangkaian Acara Panitia menerjemahkan gagasan utama festival melalui empat perspektif kuratorial yang saling terhubung. Keempat perspektif tersebut kemudian menjadi dasar tiga kegiatan utama yakni Pameran, Pertunjukan, dan Forum Dialog….