MAKASSARCHANNEL, PAREPARE – PSM Makassar belum bisa bangkit setelah menjamu Persita Tangerang dalam lanjutan Liga Super 2026-2027 kembali meraih hasil imbang 2-2. Pertandingan pekan ketiga BRI Super League ini berlangsung di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sabtu (19/9/2026) petang.
Pada pertandingan kandang pekan sebelumnya di tempat yang sama, Juku Eja juga secara dramatis menahan imbang Arema FC dengan skor 3-3.
Dalam tiga kali pertandingan di awal musim ini, Tim Ayam Jantan belum memenangkan laga.
Pertandingan pertama, tim asuhan Darije Kalezic menderita kekalahan 1-3 atas Persib Bandung, sebelum dua kali berturut-turut hanya berakhir seri.
Dengan baru mengumpulkan 2 poin, PSM masih tetap bertahan di urutan ke-12 klasemen sementara.
Sedangkan Persita dengan hasil ini, masih bertahan di ranking ke-6 dengan 5 poin. Hasil dari satu kali menang dan dua kali seri.
Berbalas Gol di Babak Kedua
Persita Tangerang membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-17 melalui gol Aleksa Andrejic.
Memanfaatkan bola rebound di depan gawang, gelandang Persita ini mampu merobek jala Hilman Syah. Skor 0-1 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, PSM yang meningkatkan intensitas serangan akhirnya membuahkan hasil i menit ke-72.
Gelandang PSM Ananda Raehan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat sepakan yang terukur.
Namun, luapan kegembiraan karena menyamakan skor hanya bertahan dua menit. Pada menit ke-74, Laskar Cisadane kembali membobol gawang Juku Eja.
Tyronne del Pino memanfaatkan kelengahan lini belakang PSM hingga membawa Persita kembali unggul 2-1.
Memanfaatkan sisa waktu, PSM terus mengurung pertahanan tim tamu. Perjuangan Juku Eja akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-83.
Menerima umpan matang dari Navarone Foor, gelandang asal Makedonia Utara, Stefan Jevtoski melepaskan tembakan yang mampu menyamakan skor imbang 2-2. Kedudukan seri ini bertahan hingga bunyi peluit panjang.
Lini Belakang dan Fokus
Pelatih PSM Darije Kalezic, mengungkapkan faktor utama timnya kembali gagal meraih tiga poin.
Menurut pelatih asal Swiss ini, lini belakang timnya masih rapuh, sehingga harus kebobolan 8 gol dari 3 laga. Selain itu, anak-anak asuhannya masih kehilangan fokus setelah mencetak gol.
“Transisi bertahan kami juga harus segera dibenahi,” ujar Kalezic. ***












