Bukti video tersebut hanyalah konten, yakni ada beberapa potongan video dimana korban dan pelaku meminta istirahat sejenak. Mereka ingin minum atau makan agar bertenaga.
“Ini adalah konten, setelah klarifikasi dengan orangtuanya. Ini kan ada lucunya, jadi pada saat anak ini buat video, ada yang bilang mau minum dulu, makan dulu supaya kuat. Ini kan konten,” katana lagi.
Berita Terkait :
Polisi Periksa 15 Camat Makassar Terkait Kontainer, Ini Reaksi Danny
Muhyiddin menjelaskan, pelajar merasa sangat antusias menyambut Pembelajaran Tatap Muka (PTM), sehingga mereka berinisiatif membuat konten. Hanya saja, mereka membuat konten berbahaya dan menimbulkan persepsi negatif.
Karena itu, mantan Plt Kepala Dinas Sosial Makassar ini memberi edukasi kepada siswa SMP 21 bahwa penggunaan gadget harus lebih hati-hati. Ada banyak konten positif bisa dibuat oleh usia pelajar, misalnya membuat konten inspiratif terkait prestasinya.
“Makanya, kami masuk di beberapa kelas tadi, mengingatkan peserta didik bahwa kalau mau buat konten, buat konten yang sifatnya prestasi,” katanya. (mun)













