BERITA TERKINIEDUKASIPEMERINTAH DAERAH

Kadis Pendidikan Bulukumba Kutip Pasang Ri Kajang Di Era Kecerdasan Artifisial

×

Kadis Pendidikan Bulukumba Kutip Pasang Ri Kajang Di Era Kecerdasan Artifisial

Sebarkan artikel ini
Kadisdik Bulukumba Andi Buyung Saputra mengutip Pasang ri Kajang saat membuka Pelatihan PM dan KKA di Gedung Ammatoa, Sabtu, 1 Agustus 2026
KECERDASAN ARTIFISIAL - Pembukaan Pelatihan Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (PM-KKA) secara virtual dipusatkan di area Gedung Ammatoa, Bulukumba, Sabtu, 1 Agustus 2026. Hadir Kepala Bidang GTK Dinas Pendidikan Bulukumba A Bustam SPd MPd (ketiga dari kiri). (Foto : Rusdy Embas/ MAKASSARCHANNEL)

MAKASSARCHANNEL, BULUKUMBAKadis Pendidikan Bulukumba Andi Buyung Saputra SSTP MM kutip Pasang ri Kajang di era kecerdasan artifisial saat membuka Pelatihan PM dan KKA di Gedung Ammatoa, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Pembukaan Pelatihan Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (PM-KKA) itu berlangsung secara virtual yang berpusat di Kantor Dinas Pendidikan Bulukumba di dalam Gedung Ammatoa, Bulukumba.

Pasang ri Kajang yang Andi Buyung Saputra kutip saat itu adalah; Manyu’ Siparampe, Tallang Sipahua, Lingu Sipakainga.

Pesan kearifan lokal itu melambangkan prinsip persatuan, kebersamaan, dan solidaritas hidup yang kokoh.

Andi Buyung Saputra berpesan agar peserta memanfaatkan pelatihan tersebut sebagai ajang berbagi bersama dan saling menguatkan dalam kebersamaan.

“Saling belajar dalam komunitas. Itu sejalan dengan kearifan lokal Pasang ri Kajang. Tak satupun guru berjalan sendiri,” tegas Andi Buyung.

Dia melanjutkan, “Jangan ragu bertanya jika tidak memahami sesuatu. Hidupkan diskusi dalam kelompok.”

Nilai Karakter

Andi Buyung juga mengingatkan para peserta pelatihan bahwa semaju apapun teknologi, nilai karater anak tetap berada di tangan guru.

“Buktikan bahwa di Bumi Panrita Lopi akan lahir manusia yang mumpuni tanpa kehilangan jati diri,” pinta Kadis Pendidikan Bulukumba.

Dia juga mengatakan, di era ini, murid tidak sekadar belajar membaca dan menulis. Tapi ajarkan mereka bagaimana memahami logika. Tuntun mereka manfaatkan teknologi secara bijaksana.

“Murid tidak sekadar menjadi konsumen teknologi. Tapi harus menjadi pencipta dan inovator. Dan itu dimulai dari guru,” tegas Andi Buyung.

Peran Guru Tak Tergantikan

Kadis Pendidikan Bulukumba itu juga memastikan, meski perkembangan teknologi sangat pesat, peran guru tak akan tergantikan oleh kecerdasan buatan.

Syaratnya, guru harus terus belajar untuk memberikan yang terbaik kepada anak didiknya.

Baca Juga  UIT Jalin Kerja Sama Internasional

“Tapi guru yang tidak mau berubah akan digantikan oleh AI,” kata Andi Buyung mengingatkan.

Kacabdisdik Wilayah V Sulsel

Saat Andi Buyung Saputra membuka pelatihan secara virtual di Gedung Ammatoa Bulukumba, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Wilayah V Sulsel, Arafah SH MH, berada di SMKN 8 Bulukumba untuk acara yang sama.

Usai pembukaan, Kacabdisdik Wilayah V Sulsel Arafah SH MH melakukan kunjungan ke beberapa tempat pelatihan, sembari menunggu rombongan dari BBGTK Sulawesi Selatan.

Kunjungan selanjutnya berlangsung di salah satu kafe di jalan poros Bulukumba-Sinjai, tempat pelatihan beberapa kepala sekolah.

Pembelajaran Mendalam

Panitia dari Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sulsel, Wangkot Saronto Guna mengatakan, Indonesia saat ini menghadapi tantangan dalam hal rendahnya capaian literasi dan numerasi murid, kesenjangan mutu pendidikan antarwilayah, serta tuntutan kompetensi abad ke-21 yang menuntut sistem pendidikan yang lebih adaptif dan berbasis teknologi.

Untuk itu, pendekatan pembelajaran mendalam yang menekankan pembelajaran yang memuliakan, berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan menjadi salah satu jawaban strategis.

Pendekatan itu diperkuat dengan penguatan kompetensi guru dalam bidang koding dan kecerdasan artifisial sebagai bekal murid menghadapi masa depan.

Dia mengatakan, “Momentum bonus demografi pada tahun 2035 serta visi Indonesia Emas 2045 menjadi peluang sekaligus tantangan besar bagi dunia pendidikan kita.”

Peningkatan Kompetensi

Oleh karena itu, BBGTK Sulawesi Selatan, sebagai unit pelaksana teknis di bawah Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan yang mengampu 24 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan, terus berupaya menghadirkan program peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan secara merata ke seluruh wilayah, termasuk Kabupaten Bulukumba.

Itu dilakukan agar setiap pendidik dan tenaga kependidikan memiliki kesempatan yang sama dalam mengembangkan kompetensinya menghadapi tantangan pendidikan masa depan.

Baca Juga  Lima WNI Diculik Di Perairan Malaysia, Ini Namanya

Harapannya, melalui pelatihan ini, seluruh peserta peserta mampu memahami kebijakan Kementerian terkait pembelajaran mendalam, serta koding dan kecerdasan artifisial.

Mampu melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran mendalam di satuan pendidikan masing-masing;

Menguasai substansi keilmuan kecerdasan artifisial dengan pendekatan pembelajaran mendalam;

Bisa meningkatkan kompetensi pedagogik, khususnya dalam pembelajaran mendalam, koding, dan kecerdasan artifisial;

Serta mampu merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran mata pelajaran koding dan kecerdasan artifisial.

398 Peserta

Dia mengatakan, sebanyak 398 peserta ikut pelatihan tersebut. Mereka terbagi dalam 13 kelas yang meliputi jenjang pendidikan SD, SMP, SMA, SMK, dan Pendidikan Nonformal (PNF).

Mereka berasal dari berbagai kelompok kerja/ komunitas belajar di Kabupaten Bulukumba, di antaranya, MKKS SMK Bulukumba untuk kepala sekolah.

MGMP Bahasa Inggris SMA, MGMP Biologi SMA, dan MGMP Ekonomi SMA.

Usai pembukaan secara virtual, tim BBGTK Sulawesi Selatan bersama Kabid GTK Dinas Pendidikan Kabupaten Bulukumba A Bustam SPd MPd melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah tempat penyelenggaraan pelatihan.

Sekolah itu antara lain, SMKN 8 Bulukumba, SMPN 3 Bulukumba, SMKS teknologi Informasi Bulukumba, SDN Ela-Ela, SDN Bentenge Bulukumba, SDN 150 Upasaya Bontotiro.

Sebagai informasi, pelatihan serupa berlangsung di semua kabupatan dan kota se Sulawesi Selatan di waktu yang sama. ***

Tinggalkan Balasan