MAKASSARCHANNEL.COM – Jiwasraya investasi Rp6 triliun di saham Ikan Arwana. Salah satu penyebab sengkarut masalah di perusahaan tersebut karena kesalahan manajemen mengelola investasi.
Perusahaan ini ternyata berinvestasi pada saham-saham gorengan yang sarat risiko.
“Ada hal yang paling mengherankan dari portofolio investasi Jiwasraya. BUMN ini berinvestasi pada perusahaan penjual ikan arwana yang tercatat di pasar modal,” ungkap pengamat perpajakan, Yustinus Prastowo, dalam sebuah diskusi di kantor IAPI, Senin (13/1/2020.
Jiwasraya, katanya, menginvestasikan sebesar Rp 6 triliun ke satu perusahaan yang menerbitkan reksadana. Perusahaan yang tercatat di Bursa Efek itu asetnya cuma Rp 300 miliar dan omzetnya Rp 21 miliar.
Dia penangkaran ikan arwana, tapi bisa menerbitkan reksadana Rp 6 triliun dan profil investasi Jiwasraya 90 persen ada di saham dan reksadana yang berisiko tinggi.
Hasil Pemeriksaan BPK
“Jika dilihat dari laporan hasil pemeriksaan BPK 2016 terhadap Jiwasraya, tercatat perusahaan memang berinvestasi pada PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP) yang tercatat perusahaan penjualan ikan arwana yang sahamnya saat ini berada di paling dasar yakni Rp 50 alias saham gocap,” kata Yustinus Prastowo.
Pada 2015, Jiwasraya memiliki 14 reksadana non asuransi sebesar Rp 8,89 triliun. Kepemilikan Jiwasraya dari 14 reksadana itu beragam mulai dari 54,77 persen hingga 100 persen atau memegang seluruhnya.
Total nilai dari 14 reksadana yang dimaksud adalah Rp 9,3 triliun. Itu artinya Jiwasraya memegang paling banyak dari 14 reksadana itu.
Komposisi dari 14 reksadana itu, sebesar 99,64 persen atau Rp 9,29 triliun saham. Menariknya lagi, dari angka itu, sebesar Rp 6,39 triliun ada di saham emiten ikan arwana tersebut alias IIKP.
Dari komposisi pemegang saham IIKP saat itu, ternyata paling besar merupakan instrumen reksadana sebesar 38,89 persen yang terdiri dark reksasana DET I, TFI (X) – TRA Ordinary I, KFT dan MRF III. Keempat reksadana itu dimiliki mayoritas oleh Jiwasraya.
Kepemilikan tersebut belum memperhitungkan penyertaan melalui reksadana lainnya yang juga berinvestasi di saham IIKP.
Menurut data BPK secara tidak langsung kepemilikan Jiwasraya atas saham IIKP adalah sebesar 49,26 persen atau dengan kata lain secara tidak langsung Jiwasraya menjadi pemegang saham terbesar IIKP. (asa)













