MAKASSARCHANNEL, JAKARTA – Serangan militer Amerika Serikat (AS) ke Iran menjadi perhatian anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal atau Deng Ical. Ia mendesak Pemerintah Indonesia mengambil peran aktif dalam mendorong penghentian peperangan AS dan Iran.
Deng Ical mengingatkan, konflik terbuka antara AS dan Iran berpotensi memperburuk situasi geopolitik internasional.
Dampaknya dapat menjalar ke sektor ekonomi global mengakibatkan terganggunya rantai pasok. Kemudian akan meningkatnya harga energi, hingga tekanan terhadap perekonomian berbagai negara, termasuk Indonesia.
Mengutip situs resmi DPR RI, Deng Ical mengatakan, Indonesia harus konsisten menyuarakan penghentian serangan. Mendorong semua pihak menahan diri.
”Tidak ada persoalan yang dapat diselesaikan melalui perang berkepanjangan. Jalan dialog dan diplomasi harus menjadi pilihan utama,” ungkap Deng Ical di Jakarta, Minggu (2/8/2026).
Sebelumnya, militer AS melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, Kamis (30/7/2026) dini hari waktu Teheran. Washington menyebut serangan itu sebagai balasan atas serangan Iran terhadap pangkalan militer AS di Yordania.
Posisi Strategis
Politisi Fraksi PKB Dapil Sulawesi Selatan I itu meminta pemerintah Indonesia memanfaatkan posisi strategisnya di berbagai forum internasional.
Menurut mantan Wakil Wali Kota Makassar ini, Indonesia memiliki amanat konstitusi untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Deng Ical juga mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersama komunitas internasional segera memfasilitasi perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran agar konflik tidak semakin meluas.
“Indonesia bersama PBB dan negara-negara sahabat harus mengajak Amerika Serikat dan Iran duduk bersama di meja perundingan. Gencatan senjata harus segera diwujudkan agar tidak semakin banyak korban berjatuhan,” ujarnya.***












