MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan, BBGTK Sulsel gelar Workshop Penguatan dan Penyamaan Persepsi Pembelajaran Mendalam.
Kegiatan yang berlangsung, Minggu (29/6/2025), di Aula Anging Mammiri BBGTK Sulsel itu untuk menyatukan pemahaman dan visi seluruh fasilitator tingkat provinsi.
Workshop ini menjelang pelaksanaan Training of Trainers (ToT) bagi calon fasilitator di 24 kabupaten/ kota se-Sulsel yang akan berlangsung, 6 Juli 2025 mendatang.
Workshop diikuti seluruh fasilitator yang telah mengikuti ToT Pembelajaran Mendalam di tingkat pusat.
Selain itu, melibatkan juga seluruh pejabat fungsional, pelaksana, dan Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) di lingkungan BBGTK Sulsel.
Samakan Persepsi
Pimpinan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Sulawesi Selatan, Dr Arman Agung MPd ketika membuka kegiatan tersebut menekankan pentingnya penyamaan persepsi sebagai landasan utama dalam mengimplementasikan Pembelajaran Mendalam.
“Persepsi adalah proses individu memahami dan memberi makna. Jika persepsi itu tidak selaras dan senada, akan menimbulkan miskonsepsi,” kata Arman Agung.
Dia melanjutkan, “Penyamaan persepsi memastikan bahwa kita berbicara dalam nuansa dan perspektif yang sama, serta memahami tujuan dengan kedalaman yang setara.”
Arman Agung menganalogikan, perjalanan besar yang harus mulai dari langkah yang jernih.
Roh Baru Pendidikan
“Mari kita bersihkan lensa perspektif kita hari ini, agar kita dapat menyalurkan makna yang utuh, makna yang paripurna. Mari kita jaga agar pembelajaran mendalam tidak sekadar slogan, tetapi menjadi roh baru pendidikan di negeri tercinta ini,” kata Arman Agung.
Ketua Panitia, Dr. Jamaluddin SKom, mengatakan, waorkshp memiliki beberapa tujuan strategis.
“Tujuan yang ingin dicapai adalah memberi penguatan dan menyamakan persepsi tentang konsep dan implementasi Pembelajaran Mendalam pada semua jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, Dikdas, Dikmen, hingga SLB,” ujar Jamaluddin.
Perkuat Jejaring Kolaborasi
Dia mengatakan, workshop juga menjadi ajang mengidentifikasi tantangan, solusi, serta potensi miskonsepsi dalam penerapan Pembelajaran Mendalam.
“Kami juga akan menyusun rencana tindak lanjut implementasi. Dan yang terpenting, memperkuat jejaring kolaborasi antar fasilitator dari berbagai unsur dan instansi di tingkat Sulawesi Selatan,” kata Jamaluddin.
Panitia menghadirkan narasumber dari Tim Narasumber Pembelajaran Mendalam Nasional, yaitu Dr Ayatollah Hidayat MPd, Ir Fitriani Amrullah MPd, dan Hairuddin SPd Gr MPd.
Kehadiran pakar ini diharapkan dapat memberikan penguatan konsep dan strategi implementasi yang komprehensif kepada seluruh peserta yang terdiri dari fasilitator jenjang PAUD, Dikdas, Dikmen, SLB, dan Kepala Sekolah. (mun)













