BERITA TERKINIRAGAM INFO

Aktivis dan Seniman Kolaborasi Peringati Hari HAM

×

Aktivis dan Seniman Kolaborasi Peringati Hari HAM

Sebarkan artikel ini

Acara Ngopi itu Hak Asasi memang dirancang sederhana untuk mengedukasi dan menarik perhatian masyarakat agar mau peduli dan terlibat.

Sepanjang Desember ini, ada beberapa persoalan butuh dukungan masyarakat luas, seperti isu AIDS, disabilitas, korupsi dan kekerasan terhadap perempuan. Bahkan, Koalisi Stop Perkawinan Anak, dengan memanfaatkan momen 16 Hari Stop Kekerasan Terhadap Perempuan, sejak November gencar mensosialisasikan UU No. 16 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang mengatur batas usia perkawinan minimal 19 tahun.

Belum lagi kasus UU ITE yang menimpa Dr Ramsiah Tasruddin, dosen salah satu perguruan tinggi di Kabupaten Gowa, yang juga butuh terus diadvokasi.

Baca Juga :
Polisi Tahan Pengunjuk Rasa Di Mapolrestabes Makassar? Ini Kata Humas Polda Sulsel

“Kami berterima kasih kepada teman-teman yang meskipun didadak tapi mau terlibat dalam acara,” kata Rusdin Tompo, yang baru saja meluncurkan buku kumpulan puisi Bukan Dongeng untuk Anakku.

Acara ini merupakan kolaborasi dari Komunitas Puisi (KoPi) Makassar, Rumah Seni Kasumba, dan Etika Studio. Juga mendapat dukungan dari MAMPU (Maju Perempuan Indonesia untuk Penanggulangan Kemiskinan). Acara dimulai sejak sore. Namun, panggung Hak Asasi Harga Mati, baru digelar malam hari. (har)

Baca Juga  Berpuasalah Agar Kalian Sehat

Tinggalkan Balasan