BERITA TERKINIEDUKASIPOLKUMHAM

Adnan Ingin Gowa Jadi Kota Pendidikan

×

Adnan Ingin Gowa Jadi Kota Pendidikan

Sebarkan artikel ini

MAKASSARCHANNEL.COM – Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, mengatakan, Pemerintah Kabupaten Gowa terus menggenjot pencapaian indikator kabupaten pendidikan yang kini sudah mencapai 85 persen dan bertekad menjadikan Gowa sebagai daerah yang memiliki inovasi dalam bidang pendidikan.

“Indikator saat ini sudah mencapai 85 persen, kita akan penuhi semua indikator yang ada,” kata Adnan di Gowa, Minggu (5/5/2019).

Semua target untuk pemenuhan indikator akan dipenuhi dalam waktu dekat, sehingga bisa jadi contoh bagi kabupaten lain.

Bupati yang mulai menjabat tahun 2016 ini, mengatakan, Pemkab Gowa terus menggenjot pencapaian kabupaten pendidikan untuk mewujudkan Gowa sebagai kabupaten pendidikan pertama di Sulsel.

“Kualitas pendidikan di Kabupaten Gowa harus semakin baik. Guru- guru harus sejahtera, sumber daya manusia di Gowa juga harus semakin baik,” katanya.

Baca Juga :
Soal Kecurangan KPU, Ini Kata Amin Rais

“Pasca Hardiknas kemarin, kita menjaga kebersamaan, kekompakan untuk sama-sama bekerja meningkatkan SDM di wilayah Kabupaten Gowa,” tandas Adnan.

Pada peringatan Hardiknas, Kamis (2/5/2019), Adnan meluncurkan program Gowa Kabupaten Pendidikan (GKP) sebagai tanda diberlakukannya Peraturan Daerah (Perda) Gowa Kabupaten Pendidikan (GKP) yang disahkan pada 28 Desember 2018 lalu.

Baca Juga  Cara RHD Edukasi Murid SD

Tinggalkan Balasan

Sea of Becoming Maritime Arts Festival 2026 Makassar
BERITA TERKINI

MAKASSARCHANNEL, Makassar – Makassar Art Forum (MAF) bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kota Makassar menggelar Sea of Becoming – Maritime Arts Festival 2026. Acara ini akan berlangsung pada 27 hingga 29 November 2026 di Pelataran Menara Phinisi, Universitas Negeri Makassar. Panitia mengusung tema “Makassar: Kota yang Terus Menjadi”. Oleh karena itu, festival ini mengajak seluruh lapisan masyarakat membaca kembali sejarah maritim Makassar sebagai sumber ilmu dan inspirasi seni kontemporer. Makassar Menjadi Pusat Perjumpaan Sejarah Maritim dan Seni Kontemporer Laut bukan hanya berperan sebagai batas geografis bagi masyarakat Makassar. Sebaliknya, laut menjadi ruang perjalanan manusia, pertukaran pengetahuan, perjumpaan budaya, serta pembentukan identitas daerah. Makassar memiliki jejak pelayaran yang sangat panjang. Misalnya, rute pelayaran menuju Marege dan hubungan historis dengan masyarakat Yolngu di Australia menunjukkan bagaimana laut menyatukan berbagai komunitas lintas wilayah. Dengan demikian, panitia menempatkan sejarah tersebut bukan hanya sebagai warisan masa lalu, melainkan sebagai gagasan hidup untuk seni kontemporer masa kini. Empat Perspektif Kuratorial Menjadi Landasan Seluruh Rangkaian Acara Panitia menerjemahkan gagasan utama festival melalui empat perspektif kuratorial yang saling terhubung. Keempat perspektif tersebut kemudian menjadi dasar tiga kegiatan utama yakni Pameran, Pertunjukan, dan Forum Dialog….