BERITA TERKINIRAGAM INFO

Polisi Latihan Dalmas Pilkada Lutra

×

Polisi Latihan Dalmas Pilkada Lutra

Sebarkan artikel ini

MAKASSARCHANNEL.COM – Polres Luwu Utara menggelar latihan mengendalikan massa (Dalmas) pengunjuk rasa di halaman Mapolres Lutra, Jumat (28/8/2020), dalam rangka penyiapan pengamanan Pilkada Serenta 2020.

Latihan melibatkan personel gabungan Polres Lutra dipimpin Bripka Hamka Bukramang. Massa yang disimulasikan berunjuk rasa tiba-tiba anarkis dan menyerang petugas. Aparat pun sigap mengantisipasi.

Kabag Sumda Polres Lutra, Kompol Simon, mengatakan, “Dengan adanya kegiatan ini diharapkan anggota siap menghadapi Pilkada Lutra.”

Latihan itu juga menurut Simon untuk menjaga kekompakan personel serta menjaga kondisi dan kebugaran fisik dan tetap mengikuti protokol kesehatan.

Latihan Dalmas ini untuk menghadapi kericuhan yang melibatkan massa pengunjuk rasa, maka Polres Lutra sudah siap untuk mengatasi sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Berita Terkait :
Polres Dan KPU Lutra Rakor Bahas Ini

Sebagai informasi, hingga saat ini, Pilkada Luwu Utara yang akan digelar pada 9 Desember 2020 bakal diikuti tiga pasangan calon yang ramai diperbincangkan publik.

Ketiga pasangan itu adalah, petahana Bupati Lutra Indah Putri Indriani akan berpaket dengan Kadis PUPR Suaib Mansur, petahana Wakil Bupati Lutra akan maju berpasangan dengan anggota DPRD Lutra dari Fraksi Partai Gerindra Rahmat Laguni.

Yang satunya lagi adalah petarung politik militan yang juga pengusaha sukses Arsyad Kasmar yang akan berpaket dengan anggota DPRD dari Fraksi Partai Hanura, Andi Sukma. (yus)

Baca Juga  PKS Makassar Peringati Kemerdekaan Bertema Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur

Tinggalkan Balasan

Sea of Becoming Maritime Arts Festival 2026 Makassar
BERITA TERKINI

MAKASSARCHANNEL, Makassar – Makassar Art Forum (MAF) bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kota Makassar menggelar Sea of Becoming – Maritime Arts Festival 2026. Acara ini akan berlangsung pada 27 hingga 29 November 2026 di Pelataran Menara Phinisi, Universitas Negeri Makassar. Panitia mengusung tema “Makassar: Kota yang Terus Menjadi”. Oleh karena itu, festival ini mengajak seluruh lapisan masyarakat membaca kembali sejarah maritim Makassar sebagai sumber ilmu dan inspirasi seni kontemporer. Makassar Menjadi Pusat Perjumpaan Sejarah Maritim dan Seni Kontemporer Laut bukan hanya berperan sebagai batas geografis bagi masyarakat Makassar. Sebaliknya, laut menjadi ruang perjalanan manusia, pertukaran pengetahuan, perjumpaan budaya, serta pembentukan identitas daerah. Makassar memiliki jejak pelayaran yang sangat panjang. Misalnya, rute pelayaran menuju Marege dan hubungan historis dengan masyarakat Yolngu di Australia menunjukkan bagaimana laut menyatukan berbagai komunitas lintas wilayah. Dengan demikian, panitia menempatkan sejarah tersebut bukan hanya sebagai warisan masa lalu, melainkan sebagai gagasan hidup untuk seni kontemporer masa kini. Empat Perspektif Kuratorial Menjadi Landasan Seluruh Rangkaian Acara Panitia menerjemahkan gagasan utama festival melalui empat perspektif kuratorial yang saling terhubung. Keempat perspektif tersebut kemudian menjadi dasar tiga kegiatan utama yakni Pameran, Pertunjukan, dan Forum Dialog….