Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, Ridwan Andi Wittiri, menyerahkan bantuan kepada Burhanuddin dari Poktan Isoka Tkalar. (Foto : Muhammad Said Welikin/MAKASSARCHANNELCOM)
MAKASSARCHANNEL.COM – Saat kunjungan kerja pertama ke Takalar, pasca dilantik kembali untuk periode kedua, sebagai anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, H Ridwan Andi Wittiri, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada masyarakat Takalar karena masih memberikan kepercayaan terhadap dirinya, terlebih kepada PDI Perjuangan untuk memperjuangkan lagi kepentingan rakyat di parlemen.
Ridwan Andi Wittiri yang saat ini masih menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Sulawesi Selatan juga menyampaikan terima kasihnya kepada rakyat yang telah memilih Jokowi dan Kiyai Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI.
Ketika pria yang oleh kader akrab disapa Pak RW ini tiba mengendari mobil Land Cruiser warna hitam DD 1 RW, mengapresiasi warga PDI Perjuangan Takalar yang sangat luar biasa karena berhasil menaikan kursi PDI P di DPRD Takalar yang sebelumnya hanya satu kursi, kini sudah menjadi dua kursi, walaupun kursi PDI Perjuangan di DPRD Sulsel masih kalah banyak dibandingkan dengan partai lain.
Di hadapan ratusan kader, organisasi sayap, dan 20 ketua kelompok tani yang hadir di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Jl Jenderal Sudirman Takalar, Jumat (20/12/2019) sore, Wittiri mengungkapkan pesan-pesan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Sukarno Putri, kepada semua kader di seluruh Indonesia agar senantiasa menjaga kepercayaan rakyat.
Baca Juga :
Danrem 142/Tatag Lepas Letkol Imran “TANTARAYYA” Sebagai Kasrem
“Kalian boleh salah, Tapi Bohong Jangan,” kata Ridwan Witttiri mengutip pesan yang kerap disampaikan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati dalam setiap pertemuan dengan kader.
Wittiri memberi semangat kepada hadirin dan patut berbangga karena Presiden Jokowi anggota PDI Perjuangan, Ketua DPRI Puan Maharani, Gubernur Sulsel Prof Nurddin Abdullah juga PDI Perjuangan. Semoga nantinya Kabupaten Takalar punya pemimpin juga warga PDI Perjuangan.














