MAKASSARCHANNEL, PATTALLASSANG TAKALAR – Selama 20 bulan memimpin Takalar, Bupati Syamsari 49 lakukan mutasi aparat sipil negara (ASN).
Pemerintahan Bupati Syamsari Kitta dan Wakil Bupati Haji Achmad Sere (SK-HD) dilantik sejak 22 Desember 2017.
Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, selama masa kepemimpinan pasangan SK-HD yang terkenal dengan tagline “Berua Baji” ini telah 49 kali melakukan mutasi, demosi, dan promosi terhadap aparat sipil negara setempat.
Atas tindakan bupati ini, Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) telah melayangkan tiga rekomendasi, masing-masing; tanggal 8 Oktober 2018 dengan rekomendasi Nomor: R-2209/ KASN/10/2018, menyusul rekomendasi kedua bernomor: R-1335/KASN/04/2019 tertanggal 24 April 2019, dan rekomendasi ketiga tertanggal 17 Juni 2019 bernomor: R-1335/KASN/04/2019.
Hanya Utus Sekda
Sebagai tindaklanjut dari tiga rekomendasi itu, Senin, 12 Agustus 2019, KASN mengundang Syamsari Kitta, hadir di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan untuk mendengar ketegasan sikap orang nomor satu Takalar ini.
Namun, Bupati yang diusung Partai Keadilan Sejahtera itu hanya memberi mandat kepada Sekda dan Kepala BKD Takalar menghadiri undangan itu.
Sekda Takalar, Arsyad, melalui pesan WhatsApp, Kamis (15/8/2019), membenarkan dia bersama Kepala BKD Takalar hadir di Kantor Gubernur Sulsel untuk bertemu dengan Asisten KASN dan Kepala BKD Provinsi Sulawesi Selatan untuk memberi penjelasan/ keterangan terkait hasil penataan OPD sesuai yang direkomendasikan KASN.
Soal mutasi yang sudah dilakukan Bupati Takalar selama masa pemerintahannya yang baru berjalan 20 bulan, namun Syamsari sudah 49 kali melakukan mutasi dan promosi, Arsyad enggan menjawab.
Sulit Bekerja Maksimal
Terpisah, Mantan Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) Takalar, Haeruddin Nyau, melalui telepon selulernya, Rabu (28/8/2019), mengatakan, “Jika angka 49 ini benar, maka patut disayangkan, karena itu berarti nyaris tiap minggu ada ritual mutasi, demosi, dan promosi yang dilakukan bupati.”
Lebih jauh, Nyau yang piawai membuat patung dan kini menjadi penasihat BMI Takalar itu mengatakan, sulit berharap kinerja maksimal dari ASN Takalar dalam iklim kerja seperti itu. Bahkan, kinerja mereka bisa menurun.
“Olehnya itu, sebagai masyarakat, saya berharap kepada anggota DPRD Takalar yang baru saja dilantik agar menyikapi masalah ini,” kata Haeruddin Nyau. (kin)












