BERITA TERKINIEDUKASI

Dinas Perpustakaan Makassar Gelar Lomba Video Konten Literasi

×

Dinas Perpustakaan Makassar Gelar Lomba Video Konten Literasi

Sebarkan artikel ini
Dinas Perpustakaan Makassar gelar lomba video konten literasi sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya budaya literasi sejak dini
LOMBA VIDEO - Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Aryati Puspasari Abady, menyampaikan program lomba video konten literasi dalam rangka HUT ke-419 Kota Makassar. Sebanyak 22 video dari berbagai kalangan masyarakat mengikuti lomba tersebut. (Foto : Ist)

MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Dinas Perpustakaan Makassar gelar lomba video konten literasi sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya budaya literasi sejak dini.

Kegiatan yang berlangsung dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar ini berhasil menghimpun 22 video karya masyarakat dari berbagai kalangan.

Peserta yang berpartisipasi berasal dari latar belakang beragam. Mulai mahasiswa, pendongeng, pekerja lepas hingga ibu rumah tangga.

Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Aryati Puspasari Abady, mengatakan seluruh video yang masuk telah melalui proses penilaian oleh dewan juri.

“Terakhir itu, kita lakukan penilaian atau penjurian. Memang kita sudah dibantu oleh juri yang memang biasa menilai video-video konten,” kata Aryati Puspasari Abady, Jumat (6/11/2026).

Pengumuman 9 November 2026

Ia menjelaskan, dewan juri telah menetapkan para pemenang lomba. Namun, nama-nama yang berhasil meraih juara belum diumumkan kepada publik.

Pengumuman pemenang dijadwalkan pada Senin (9/11/2026), bertepatan dengan peringatan HUT ke-419 Kota Makassar.

Panitia akan mengumumkan hasil lomba tersebut melalui media sosial Dinas Perpustakaan Kota Makassar.

Aryati Puspasari mengatakan, keterlibatan masyarakat dari berbagai latar belakang menjadi salah satu hal menarik dalam pelaksanaan lomba tersebut.

Kesempatan Bagi Masyarakat

Lomba menurut Aryati Puspasari, juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk ikut mengambil bagian dalam menyebarkan pesan literasi.

Dinas Perpustakaan berharap pesan-pesan edukasi yang dikemas dalam bentuk video dapat menjangkau masyarakat lebih luas melalui berbagai platform digital.

“Harapan sosialisasi itu bisa dilakukan melalui konten yang ada, yang bisa disebar secara online atau melalui medsos, melalui YouTube,” ujar Menurut Aryati.

Dia menilai, upaya membangun budaya literasi tidak cukup hanya melalui pendidikan formal di sekolah.

Lingkungan Keluarga

Kebiasaan literasi perlu diperkenalkan sejak anak-anak berada di lingkungan keluarga. Karena itu, peran orang tua dan keluarga penting dalam membangun kesadaran literasi sejak usia dini.

Baca Juga  Buku Mantan Camat Parangloe Ada Di Dinas Perpustakaan Kota Makassar

“Literasi itu kita bisa bangun mulai sejak dari dini, kita bangun sejak dari rumah tangga atau dari rumah,” jelas Aryati.

Ia berharap, video-video yang dihasilkan peserta dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya membangun kebiasaan literasi dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Aryati Puspasari, edukasi literasi perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kesadaran masyarakat tidak hanya tumbuh ketika anak-anak memasuki usia sekolah.

Melalui 22 video tersebut, Dinas Perpustakaan Kota Makassar berharap semakin banyak masyarakat tergerak ikut menyebarkan pesan literasi dan membangun lingkungan yang mendukung tumbuhnya budaya membaca serta belajar sejak dini. ***

Tinggalkan Balasan

Sea of Becoming Maritime Arts Festival 2026 Makassar
BERITA TERKINI

MAKASSARCHANNEL, Makassar – Makassar Art Forum (MAF) bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kota Makassar menggelar Sea of Becoming – Maritime Arts Festival 2026. Acara ini akan berlangsung pada 27 hingga 29 November 2026 di Pelataran Menara Phinisi, Universitas Negeri Makassar. Panitia mengusung tema “Makassar: Kota yang Terus Menjadi”. Oleh karena itu, festival ini mengajak seluruh lapisan masyarakat membaca kembali sejarah maritim Makassar sebagai sumber ilmu dan inspirasi seni kontemporer. Makassar Menjadi Pusat Perjumpaan Sejarah Maritim dan Seni Kontemporer Laut bukan hanya berperan sebagai batas geografis bagi masyarakat Makassar. Sebaliknya, laut menjadi ruang perjalanan manusia, pertukaran pengetahuan, perjumpaan budaya, serta pembentukan identitas daerah. Makassar memiliki jejak pelayaran yang sangat panjang. Misalnya, rute pelayaran menuju Marege dan hubungan historis dengan masyarakat Yolngu di Australia menunjukkan bagaimana laut menyatukan berbagai komunitas lintas wilayah. Dengan demikian, panitia menempatkan sejarah tersebut bukan hanya sebagai warisan masa lalu, melainkan sebagai gagasan hidup untuk seni kontemporer masa kini. Empat Perspektif Kuratorial Menjadi Landasan Seluruh Rangkaian Acara Panitia menerjemahkan gagasan utama festival melalui empat perspektif kuratorial yang saling terhubung. Keempat perspektif tersebut kemudian menjadi dasar tiga kegiatan utama yakni Pameran, Pertunjukan, dan Forum Dialog….