MAKASSARCHANNEL, SINJAI – Puluhan santri dari 24 TK/TPA di Sinjai ramaikan Hari Santri Nasional 2026, Minggu (11/10/2026).
Mereka turun ke jalan mengikuti karnaval di jalanan Desa Saotengah, Kecamatan Tellulimpoe, Minggu (11/10/2026) sebagai wujud cinta Al-Qur’an.
Dewan Pengurus Kecamatan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPK BKPRMI) Tellulimpoe menggelar kegiatan tersebut semarakkan Hari Santri Nasional tahun 2026.
Mereka titik start di Lapangan Sepak Bola Desa Saotengah, rombongan santri bergerak menuju garis finis di halaman Masjid Al-Latif.
Bukan sekadar berjalan bersama, karnaval ini menjadi ruang bagi para santri untuk menunjukkan semangat kebersamaan sekaligus menegaskan bahwa pendidikan Al-Qur’an tetap menjadi bagian penting dalam membangun generasi masa depan.
Ketua Panitia, Muh. Dahlan, mengatakan momentum Hari Santri untuk mempererat persaudaraan dan menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah kehidupan masyarakat.
“Melalui momentum Hari Santri Nasional, kita bangun ukhuwah dan kebersamaan dengan nilai-nilai Al-Qur’an,” ujarnya.
Di balik kemeriahan kegiatan itu, terselip harapan besar dari para penggerak pendidikan Al-Qur’an.
Pedoman Dalam Kehidupan
Ketua DPK BKPRMI Tellulimpoe, Muhammad Idrus, berharap perjuangan para guru mengaji dalam membimbing anak-anak menjadi amal jariyah.
Ia ingin santri tidak hanya tumbuh dengan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadikan ajaran Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga Allah menjadikan anak-anak kita generasi saleh dan salehah yang tumbuh dengan nilai-nilai Al-Qur’an. Harapan kami begitu besar, semoga perjuangan ini menjadi amal jariyah di sisi Allah SWT,” katanya.
Namun, di tengah semangat membina generasi Qur’ani, Idrus juga menitipkan harapan kepada pemerintah agar perhatian terhadap kesejahteraan guru mengaji terus ditingkatkan.
Menurutnya, masih ada guru mengaji di Kecamatan Tellulimpoe yang belum mendapatkan insentif dari pemerintah.
Padahal, mereka turut mengambil peran dalam mendidik dan membentuk karakter anak sejak dini.
“Kami berharap pemerintah terus memperhatikan guru-guru mengaji kita, terutama teman-teman yang sampai sekarang belum mendapatkan insentif,” ungkapnya.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Ketua DPD BKPRMI Kabupaten Sinjai, Bahtiar Rasak.
Ia mengapresiasi jajaran DPK BKPRMI Tellulimpoe yang terus menghadirkan kegiatan untuk menyemarakkan Hari Santri.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran DPK BKPRMI Kecamatan Tellulimpoe. Karena sampai hari ini kita masih melaksanakan karnaval sebagai bentuk rasa cinta kita kepada santri,” tuturnya.
Kegiatan Tahunan
Kepala Desa Saotengah, Makmur Mappi, turut menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut.
Ia berharap karnaval santri tidak hanya menjadi kegiatan tahunan, tetapi juga menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk terus menuntut ilmu.
“Masa depan yang gemilang perlu dipersiapkan sejak dini melalui pendidikan, kedisiplinan, dan pembentukan akhlak yang baik.
Kami berharap anak-anakku para santri agar terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan tidak mudah menyerah dalam meraih cita-cita,” ujar Kepala Desa Saotengah.
Hadiri di momen itu, anggota DPRD Sinjai Saldi, unsur Forkopimcam Tellulimpoe, Kepala KUA Tellulimpoe Burhan, Kepala Desa Saotengah Makmur Mappi, serta jajaran pengurus DPD BKPRMI Kabupaten Sinjai. (ran)












