MAKASSARCHANNEL, SINJAI –Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sinjai perkenalkan Desa Cantik di Lamatti Riattang, Kabupaten Sinjai, Kamis, 30 April 2026.
Kepala BPS Kabupaten Sinjai, Syamsuddin selaku penggagas program Desa Cantik (Cinta Statistik), membuka kegiatan tersebut didampingi Kepala Desa Desa Lamatti Riattang, Nasrullah.
Kadis Kominfo dan Persandian Sinjai, Dr Mansyur, menjadi narasumber utama dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Lamatti Riattang, Sinjai, tersebut.
Dalam pemaparannya, Dr Mansyur mengangkat tema Transformasi Digital Desa dalam Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Transparan dan Informatif.
Menurut Mansyur, program Desa Cantik sejalan dengan visi besar Pemerintah Kabupaten Sinjai melalui Program Smart Kampung yang telah berjalan beberapa tahun terakhir.
Smart Kampung
Ia menjelaskan, Smart Kampung merupakan langkah strategis untuk menjadikan desa-desa di Sinjai sebagai pusat layanan digital yang terintegrasi, cepat, transparan, dan berdaya saing tinggi.
Dia menyebut itu, sebagai sebuah lompatan besar yang membuat desa tak lagi tertinggal, tetapi justru melesat memimpin perubahan.
“Digitalisasi bukan sekadar memindahkan kertas ke atas layar, tetapi bagaimana kita melayani rakyat dengan lebih cepat, lebih transparan, dan lebih bermartabat,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya website desa sebagai pintu utama pelayanan modern. Dengan sistem digital, pelayanan administrasi warga bisa mengakses kapan saja dan dari mana saja tanpa harus mengantre di kantor desa seperti yang terjadi selama ini.
Etalase Raksasa
Tak hanya itu, website desa juga menjadi etalase raksasa bagi potensi ekonomi lokal, mulai dari promosi produk UMKM hingga wisata desa yang bisa dikenal lebih luas melalui dunia maya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Diskominfo Sinjai siap memberikan fasilitas teknis bagi desa berupa hosting, domain gratis, hingga perlindungan data agar transformasi digital berjalan aman dan maksimal.
Kegiatan ini diikuti para pembina Desa Cantik serta agen statistik dari tiga desa percontohan, yakni Desa Tompobulu, Desa Lamatti Riattang, dan Desa Lappacinrana.
Dengan semangat ini, Sinjai seolah mengirim pesan keras: masa depan desa bukan lagi mimpi, tetapi sedang dibangun hari ini. (ran)













