MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Sebanyak calon jamaah haji Soppeng masuk asrama hari ini, Selasa, 21 April 2026. Mereka akan berangkat ke Tanah Suci melalui kloter pertama Embarkasi Makassar.
Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Ikbal Ismail, usai apel siaga Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Senin (20/4/2026), mengatakan, persiapan penyelenggaraan ibadah haji di Embarkasi Makassar sudah 100 persen.
“Sampai saat ini sudah siap 100 persen. Kita buktikan dengan apel siaga. Semua stakeholder siap melayani tamu-tamu Allah,” ujar Ikbal.
Kloter pertama dijadwalkan tiba di asrama pukul 08.00 dan akan diberangkatkan ke Tanah Suci, Rabu (22/4/2026) pukul 03.20 dini hari.
Sementara kloter kedua akan diterima pukul 11.30 dan diberangkatkan pada pukul 03.35 Wita.
Delapan Provinsi
Tahun ini, Embarkasi Makassar melayani jamaah dari delapan provinsi. Yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.
Sebanyak 16.750 calon jamaah haji berangkat melalui Embarkasi Makassar tergabung dalam 44 kloter. Mereka berangkat secara bertahap selama 30 hari.
“InsyaAllah, 44 kloter ini akan kami berangkatkan selama 30 hari penuh. Begitu juga saat pemulangan nanti, kami akan melayani selama 30 hari,” jelas Ikbal.
Untuk kloter awal, Ikbal memastikan tidak ada kendala berarti. Seluruh dokumen perjalanan jamaah, termasuk visa, telah siap.
Semua Dokumen Sudah Ready
“Kloter 1 dan 2 Insya Allah tidak ada kendala. Semua jamaah visanya sudah keluar dan seluruh dokumen sudah ready,” katanya.
Ia menambahkan, seluruh layanan jamaah akan dipusatkan dalam satu lokasi melalui sistem layanan terpadu atau one stop service. Termasuk di dalamnya pembagian kartu nusuk.
“Semua layanan kami satukan dalam satu aula. Setelah itu jamaah haji beristirahat sebelum diberangkatkan,” ujar Ikbal.
Setelah menjalani masa istirahat sekira 24 jam di asrama, jamaah akan berangkat ke Tanah Suci sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Kloter Pertama
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan seluruh persiapan penyambutan jamaah haji Indonesia telah memasuki tahap akhir.
Hal ini dilakukan menjelang kedatangan kloter pertama yang dijadwalkan tiba di Madinah pada 22 April 2026.
Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri yang juga Wakil Ketua II PPIH Arab Saudi, Budi Agung Nugroho, mengatakan seluruh layanan utama telah disiapkan secara menyeluruh.
Mulai dari akomodasi, konsumsi, hingga transportasi jamaah selama berada di Tanah Suci.
Sebanyak 682 petugas PPIH dari Jakarta telah ditempatkan di Daerah Kerja (Daker) Madinah dan Bandara.
Mereka bertugas memastikan proses kedatangan hingga pergerakan jamaah berjalan tertib dan lancar.
Budi menjelaskan, Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) tahun ini kembali menggunakan skema fast track.
Skema ini memungkinkan proses keimigrasian dilakukan lebih cepat di bandara keberangkatan.
Kloter pertama dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz Madinah pada pukul 06.50 Waktu Arab Saudi (WAS).
“Dengan skema fast track, penyambutan di bandara dilakukan secara singkat. Penyambutan resmi akan dilaksanakan saat jamaah tiba di hotel di Madinah,” ujar Budi, Senin (20/4/2026).
Dubes Dan Konsul
Ia menambahkan, Duta Besar RI untuk Arab Saudi bersama Konsul Jenderal RI dijadwalkan hadir dalam penyambutan perdana tersebut.
Kehadiran ini sebagai bentuk dukungan pemerintah Indonesia kepada jamaah. PPIH juga memberikan perhatian khusus pada pengaturan pergerakan jamaah dari bandara menuju bus.
Proses tersebut dilakukan bekerja sama dengan pihak syarikah agar berjalan tertib dan terorganisir.
“Pergerakan jamaah diatur berdasarkan regu dan rombongan agar sejak dari bandara hingga pembagian kamar hotel tetap dalam satu kelompok. Ini penting untuk menjaga ketertiban,” jelasnya.
Untuk layanan bagasi, petugas telah menyiapkan sistem khusus. Hal ini agar seluruh barang bawaan jamaah dapat tiba di hotel dengan aman dan tepat waktu.
Selama berada di Madinah, jamaah akan menjalani ibadah Arbain selama delapan hingga sembilan hari.
Pemerintah juga menyiapkan layanan konsumsi hingga 27 kali makan selama masa tinggal tersebut.
“Setelah itu, jamaah diberangkatkan ke Makkah mengikuti rangkaian puncak ibadah haji,” kata Budi.
Berdasarkan jadwal operasional, jamaah mulai masuk asrama, 21 April 2026.
Keberangkatan ke Tanah Suci berlangsung bertahap mulai 22 April hingga 21 Mei 2026.
Puncak pelaksanaan ibadah haji diperkirakan berlangsung pada 25 hingga 26 Mei 2026, bertepatan dengan wukuf di Arafah.
Proses Pemulangan
Sementara itu, proses pemulangan jamaah dijadwalkan berlangsung mulai 1 Juni hingga 1 Juli 2026.
Selain jamaah, pemerintah juga mengatur keberangkatan petugas haji secara bertahap. Tim pendahulu telah diberangkatkan sejak 13 April 2026.
Petugas PPIH Daerah Kerja Bandara dan Madinah menyusul pada 17 April 2026. Sedangkan PPIH Daerah Kerja Makkah dijadwalkan berangkat pada 24 April 2026. ***













