BERITA TERKINIOLAHRAGA

Hasil Investigasi FIFA: Malaysia Palsukan Tempat Lahir Kakek-Nenek Pemain Naturalisasi

×

Hasil Investigasi FIFA: Malaysia Palsukan Tempat Lahir Kakek-Nenek Pemain Naturalisasi

Sebarkan artikel ini
Hasil Investigasi FIFA: Malaysia Palsukan Tempat Lahir Kakek-Nenek Pemain Naturalisasi yang dirilis FIFA Senin (6/10/2025)
Timnas Malaysia (Foto: Instagram @pengamatsepakbola)

MAKASSARCHANNEL – Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional (FIFA) merilis hasil investigasi terhadap pemalsuan dokumen pemain naturalisasi Malaysia.

FIFA menemukan Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) memalsukan tempat lahir kakek dan nenek tujuh pemain naturalisasi.

Atas hasil investigasi yang dirilis Senin (6/10/2025), FIFA menghukum FAM dan tujuh pemain naturalisasi Malaysia.

Kedua pihak membayar denda, serta hukuman tidak bisa bermain selama 1 tahun kepada ketujuh pemain tersebut.

Heboh kasus pemalsuan dokumen ini tercium FIFA usai laga antara Malaysia dan Vietnam di Kualifikasi Piala Asia 2027, 10 Juni 2025 lalu.

FIFA mendapat komplain atas kecurigaan terhadap dokumen tujuh pemain naturalisasi di Timnas Malaysia.

Induk organisasi sepak bola dunia itu menindaklanjuti dengan investigasi dokumen berupa salinan sertifkat lahir kakek-nenek tujuh pemain itu.

Komisi legal FIFA menemukan perbedaan tempat lahir antara dokumen dari FAM dan dokumen asli.

Dalam dokumen asli dipegang FIFA, kakek-nenek tujuh pemain tersebut tidak terlahir di Malaysia, seperti tertulis di dokumen FAM.

Pemalsuan dokumen merupakan bagian dari 69 poin yang membuktikan Malaysia melakukan pelanggaran.

Sebelum merilis hasil temuan, FIFA memberi tenggat waktu 10 hari kepada FAM untuk mengajukan banding sejak rilis sejak 26 September 2025. Namun FAM belum menyampaikan banding hingga FIFA merilis hasil temuan ini.

Tujuh Pemain

Tujuh pemain sebagai terduga dokumennya palsu masing-masing: Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomas Garces, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca.

Kemudian Joao Vitor Brandao Figueiredo, Jon Irazabal Iraurgi dan Hector Alejandro Hevel Serrano.

Berikut data palsu dan data asli 7 pemain naturalisasi Malaysia:

  1. Maria Belen Concepcion, nenek dari Gabriel Arrocha. FAM Malaysia menulis lahir di Malacca, Malaysia. Dalam dokumen asli lahir di Santa Cruz de la Palma, Spanyol.
  2. Carlos Rogelio Fernandez, kakek dari Facundo Garces. FAM menulis lahir di Penang, Malaysia. Dokumen asli lahir di Villa Maria Selva, Santa Fe de la Cruz, Argentina
  3. Omar Eli Holgado Gardon, kakek dari Rodrigo Holgado. FAM menulis lahir di George Town, Malaysia. Dokumen asli lahir di Caseros, Buenos Aires, Argentina.
  4. Concepcion Agueda Alaniz, nenek dari Imanol Machuca. FAM menulis lahir di Penang, Malaysia. Dokumen asli lahirdi Roldan Argentina.
  5. Nair de Oliveira, nenek dari Joao Fugueuredo. FAM menulis lahir di Johor, Malaysia. Dokumen asli lahir di Abre Campo, Brasil.
  6. Gregoriao Irazabal Lamiquiz, kakek dari Jon Irazabal. FAM menulis lahir di Kuching, Sarawak, Malaysia. Dokumen asli lahir di Villa de Guernica Luno, Viscaya, Spanyol.
  7. Hendrik Jan Hevel, kakek dari Hector Hevel. FAM menulis lahir di Mallaca Straits Settlements (Negeri-negeri Selat), Malaysia. Dokumen asli lahir di Den Hag, Belanda.

Hukuman Denda dan Tidak Bisa Bermain

Atas kasus ini, FIFA memberi hukuman berat untuk FAM dan tujuh pemain naturalisasi.

FIFA menghukum induk organisasi sepak bola Malaysia atau FAM dengan denda sebesar CHF 350.000 (Franc Swiss) atau sekitar Rp 7,3 miliar.

Sedangkan tujuh pemain yang dokumennya palsu mendapatkan ganjaran denda masing-masing sebesar CHF 2.000 atau sekitar Rp 41 juta. Selain itu larangan atau tidak bisa bermain selama 12 bulan atau satu tahun.

Banding

Menanggapi rilis hasil investigasi FIFA, Malaysia melalui FAM akan melakukan peninjauan dokumen lengkap untuk mengajukan banding.

Sekjen FAM, Datuk Noor Azman HJ Rahman mengatakan FAM masih menunggu dokumen lengkap putusan dari FIFA.

Menurut Datuk Noor, proses banding bisa dimulai setelah pihaknya menerima dokumen lengkap putusan FIFA. Untuk itu, tim hukum FAM sudah siap melakukan langkah banding. ***

Tinggalkan Balasan