BERITA TERKINIPOLKUMHAM

Maros Pangkas Jam Operasi Mobil Tambang

×

Maros Pangkas Jam Operasi Mobil Tambang

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Kabupaten Maros siapkan anggaran Rp30 miliar untuk THR 6000 ASN tahun 2026. Danaya tersimpan di kas daerah

MAKASSARCHANNEL, TURIKALE MAROS – Pemerintah Kabupaten Maros memangkas jam operasional mobil tambang untuk meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Terkait perubahan jam operasional itu, Bupati Maros, Chaidir Syam, ingatkan seluruh pengusaha tambang mematuhi aturan terkait aktivitas angkutan material.

Bupati Chaidir keluarkan imbauan itu merespons kekhawatiran masyarakat terhadap keselamatan lalu lintas akibat padatnya kendaraan pengangkut material tambang di sejumlah jalur.

“Setiap pelaku usaha tambang wajib menomorsatukan keselamatan pengguna jalan, ketertiban umum, dan keamanan di sekitar jalur tambang,” kata Chaidir, Rabu (17/9/2025).

Chaidir menjelaskan, pemangkasan aturan jam operasi truk tambang itu untuk mengurangi risiko kecelakaan. Khususnya, pada saat anak-anak berangkat dan pulang sekolah.

Sebelumnya, jam operasional truk berlaku pukul 08.00–18.00 Wita. Kini berubah menjadi pukul 08.00–16.00 Wita.

Standar Keamanan

Bupati juga menegaskan, kendaraan angkutan tambang tidak boleh membawa muatan melebihi delapan ton atau melakukan over dimension dan over loading.

Kendaraan juga wajib menutup muatan dengan terpal agar material tidak berceceran di jalan, serta membersihkan roda sebelum keluar dari lokasi tambang demi menjaga kebersihan jalan umum.

Kendaraan yang beroperasi harus laik jalan, sesuai ketentuan dimensi, dan dilengkapi standar keamanan.

Sopir wajib memiliki SIM, bebas dari narkoba atau zat adiktif, dan bukan pengemudi di bawah umur.

Batas kecepatan kendaraan tambang juga hanya maksimal 40 kilometer per jam.

Data Usaha Tambang Maros

Terpisah, Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, menyebut saat ini terdapat sekitar 60 pengusaha tambang yang beroperasi di Kabupaten Maros.

Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulsel.

Usaha tambang tersebut tersebar di beberapa kecamatan. Terbanyak di Tompobulu, Tanralili, dan Bantimurung. Sebagian besar bergerak di sektor galian C dan mineral non-logam.

Baca Juga  Rudal Israel Hantam Iran

“Kontribusi mereka masuk melalui pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB),” kata Muetazim.

Wakil Bupati mengatakan, itu merupakan salah satu sumber pendapatan asli daerah Kabupaten Maros. ,” jelas Muetazim. ***

Tinggalkan Balasan

Sea of Becoming Maritime Arts Festival 2026 Makassar
BERITA TERKINI

MAKASSARCHANNEL, Makassar – Makassar Art Forum (MAF) bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kota Makassar menggelar Sea of Becoming – Maritime Arts Festival 2026. Acara ini akan berlangsung pada 27 hingga 29 November 2026 di Pelataran Menara Phinisi, Universitas Negeri Makassar. Panitia mengusung tema “Makassar: Kota yang Terus Menjadi”. Oleh karena itu, festival ini mengajak seluruh lapisan masyarakat membaca kembali sejarah maritim Makassar sebagai sumber ilmu dan inspirasi seni kontemporer. Makassar Menjadi Pusat Perjumpaan Sejarah Maritim dan Seni Kontemporer Laut bukan hanya berperan sebagai batas geografis bagi masyarakat Makassar. Sebaliknya, laut menjadi ruang perjalanan manusia, pertukaran pengetahuan, perjumpaan budaya, serta pembentukan identitas daerah. Makassar memiliki jejak pelayaran yang sangat panjang. Misalnya, rute pelayaran menuju Marege dan hubungan historis dengan masyarakat Yolngu di Australia menunjukkan bagaimana laut menyatukan berbagai komunitas lintas wilayah. Dengan demikian, panitia menempatkan sejarah tersebut bukan hanya sebagai warisan masa lalu, melainkan sebagai gagasan hidup untuk seni kontemporer masa kini. Empat Perspektif Kuratorial Menjadi Landasan Seluruh Rangkaian Acara Panitia menerjemahkan gagasan utama festival melalui empat perspektif kuratorial yang saling terhubung. Keempat perspektif tersebut kemudian menjadi dasar tiga kegiatan utama yakni Pameran, Pertunjukan, dan Forum Dialog….