BERITA TERKINIPOLKUMHAMRAGAM INFO

Polri Punya Robot, Ini Tugas-tugas yang akan Dilakukan Robot

×

Polri Punya Robot, Ini Tugas-tugas yang akan Dilakukan Robot

Sebarkan artikel ini
Polri Punya Robot, Ini Tugas-tugas yang akan Dilakukan Robot untuk membantu Polri melaksanakan berbagai tungas berbahaya
Contoh robot yang dikembangkan Polri ketika ditampilkan pada gladi peringatan Hari Bhayangkara. (Foto: Dok. Divisi Hmas Polri)

MAKASSARCHANNEL, JAKARTA – Memperingati HUT ke-79 Bhayangkara, Kepolisian RI (Polri) punya kado istimewa berupa memulainya pengembangan robot. Perangkat cerdas ini akan menjalankan beberapa tugas kepolisian.

Untuk mewujudkan ini, Polri bekerja sama dengan PT Sari Teknologi, sebuah perusahaan robotika Indonesia.

Ada dua prototipe pengembangan robot Polri yakni robot humanoid (berbentuk manusia) dan Robot K9 (robodog/robot anjing).

Mengurangi Dampak Langsung

Menurut Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri, Irjen Sandi Nugroho di Jakarta, Senin (30/6), pengadaan robot ini agar Polri semakin adaptif terhadap perkembangan zaman.

Selain itu, pengadaan robot juga untuk mengantisipasi dampak langsung terhadap personel kepolisian ketika bertugas.

“Kalau kita pakai robot bisa mengurangi ataupun menghindari adanya korban,” jelas Kadiv Humas.

Pengembangan robot ini ditargetkan rampung tahun 2026. Tahun depan robot sudah dapat membantu beberapa tugas kepolisian polisi.

Anggaran Polri 2026

Sandi belum menjelaskan berapa nominal biaya pengembangan robot. Tapi sumber dananya berasal dari Anggaran Polri 2026.

“Nanti kita komunikasi dengan Pak Asrena (Astamarena Polri), karena kan belum. Belum (menyebut nominal anggaran) tapi sudah dalam perencanaan,” ungkap Sandi.

Robot-robot pintar itu akan ditampilkan saat puncak peringatan HUT ke-79 Bhayangkara, yang di kawasan Monas, Jakarta Pusat, tanggal 1 Juli 2025.

Apa Tugas yang akan Diemban Robot?

Mengutip akun X Divisi Humas Polri, robot Polri akan menjalankan beberapa tugas masing-masing:

1. Melakukan pengawasan dan pemantauan di lokasi berbahaya. Misalnya lokasi bencana, lokasi konflik, atau gedung terbengkalai.

2. Penanganan situasi berisiko seperti penjinakan bahan peledak, penyanderaan dan evakuasi.

3. Pencarian dan penyelamatan korban bencana alam, kebakaran, atau kecelakaan.

4. Pengumpulan barang bukti forensik seperti sidik jari, sampel DNA, jejak digital, di TKP.

5. Pengawasan lalu lintas seperti melakukan deteksi pelanggaran, identifikasi plat nomor.

6. Patroli cerdas dengan kecerdasan buatan (AI), pengenalan wajah dan pelacakan terduga.

7. Deteksi bahan berbahaya seperti bom, narkoba, dan bahan kimia beracun. ***

Tinggalkan Balasan