BERITA TERKINIOLAHRAGA

Dengan 23 Pemain, Timnas Indonesia Tentukan Nasib Malam Nanti

×

Dengan 23 Pemain, Timnas Indonesia Tentukan Nasib Malam Nanti

Sebarkan artikel ini
Dengan 23 Pemain Timnas Indonesia Tentukan Nasib Malam Nanti melawan Timnas China di Stadion Utama Gelora Bung Karno
Ilustrasi (Foto: Instagram Timnas Indonesia)

MAKASSARCHANNEL, JAKARTA – Dengan 23 pemain, Timnas Indonesia menentukan nasib melawan China, Kamis (5/6/2025) malam nanti pukul 20:45 WIB di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

Laga ini cukup krusial karena tak ada kata lain bagi kedua tim, kecuali sama-sama berkata, harus menang.

Timnas Indonesia kini berada di urutan ke-4 klasemen Grup C kualifikasi Piala Dunia Zona Asia dengan mengantongi 9 poin dalam delapan kali pertandingan.

Jika meraih tiga poin di pertandingan ini, terbuka kesempatan lebih lapang buat anak-anak asuhan Patrick Kluivert ke babak berikut.

Sementara Timnas China di posisi ke-6 atau juru kunci Grup C dengan enam poin dalam delapan kali pertandingan.

Bagi China, ini pertandingan hidup mati, sebab jika mereka bisa memetik tiga poin di GBK, terbit harapan untuk perjuangan berikutnya.

Tidak Boleh Meremehkan

Karenanya, terbang dari daratan Tiongkok ke Jakarta, Dragons Team punya tekad baja. Anak-anak asuh Branko Ivankovic punya satu ambisi mengalahkan tim Garuda.

Meskipun kini berada di dasar klasemen, Garuda tidak boleh meremehkan Timnas China.

Secara head to head dalam 22 kali pertandingan Indonesia melawan China sejak 1957 Indonesia hanya 3 kali menang dan 4 kali seri.

Terakhir Timnas China mengalah Indonesia dengan skor 2-1 pada laga kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup C Zona Asia ini di GBK, 15 Oktober 2024.

23 Pemain

Menghadapi China malam nanti, Timnas Indonesia diperkuat 23 pemain. Patrick Kluivert harus mencoret tujuh dari 30 puluh pemain yang bergabung.

Langkah ini untuk memenuhi jumlah maksimal pemain setiap tim yang disyaratkan AFC atau Konfederasi Sepak Bola Asia.

Timnas Indonesia memiliki 30 pemain dari total 32 nama yang dipanggil mengikuti persiapan melawan China dan Jepang.

Dua pemain yang batal bergabung melawan China adalah Eliano Reijnders karena urusan keluarga dan Sandy Walsh yang cidera.

Sementara salah satu penyerang andalan Timnas Ragnar Oratmangoen tidak dipanggil sang pelatih karena sedang menjalani perawatan kesehatan.

Bagi Patrick Kluivert, tantangan serius ketika menentukan line upp menghadapi China malam nanti dengan tidak adanya lima pemain andalan.

Mereka adalah Marselino Ferdinan, Maarten Paes, Eliano Reijnders, Sandy Walsh, dan Ragnar Oratmangoen.

Eliano Reijnders yang belum bergabung, Sandy Walsh yang cidera, dan Ragnar dalam perawatan.

Akumulasi Kartu

Sedangkan Marselino dan Maarten Paens tidak bisa ikut bertanding melawan China karena sama-sama sedang menjalani hukuman akumulasi kartu kuning.

Keduanya diganjar masing-masing 2 kartu kuning saat melawan Timnas Arab Saudi dan Timnas Bahrain.

Jika mengacu pada pertandingan-pertandingan sebelumnya, Marselino dan Ragnar menjadi tumpuan serangan dan penggebrak pertahanan belakang tim lawan.
Keduanya mumpuni dalam olahan bola depan gawang dengan punya kemampuan eksekusi dan assist.

Kemudian kiper Maarten Paes sesuai pengalaman pertandingan sebelumnya sangat tangguh membentengi gawang Timnas Indonesia.

Kiper FC Dallas ini juga punya kemampuan penyelamatan-penyelamatan bola yang gemilang.

Karena itu laga Timnas tanpa ketiga pemain ini, terasa pincang. Tapi dengan 23 pemain yang ada, Patrick Kluivert tahu siapa pemainnya yang bisa menggantikan peran dari pemain-pemain yang absen.

Pilihan Pengganti

Pemain depan yang sudah bergabung selain Marselino ada Ramadhan Sananta, Ole Romeny, Stefano Lilipaly, Rafael Struick dan Egy Maulana Vikri.

Satu di antaranya akan menggantikan posisi Marselino. Namun, dari nama-nama ini kemungkinan ada yang cicoret Patrick untuk memenuhi batas 23 pemain,

Kemudian penjaga gawang, tanpa Maarten Paes, masih ada Ernando Ari, Reza Arya,
Emil Audero, Nadeo Argawinata.

Salah satu di antaranya akan menggantikan Paes. Kemungkinan Patrikck menunjuk Emil Audero menggantikan Maarten Paes. Namun dari nama yang ada, kemungkinan masih dicoret Patrick. ***

Tinggalkan Balasan