MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Legislator dukung Program Seragam Sekolah Gratis Wali Kota Munafri Arifuddin yang akan berlaku mulai tahun anggaran 2025.
Anggota Komisi D DPRD Makassar Muchlis Misbah menyebut, masyarakat akan merasakan program itu karena meringankan beban orang tua.
Sebab, peserta didik baru, baik SD maupun SMP akan mendapatkan bantuan seragam dari Pemkot Makassar melalui Dinas Pendidikan Makassar.
Menurut Muchlis, Program Seragam Gratis dari Pemerintah Kota Makassar itu merupakan langkah nyata dalam memperkuat komitmen di sektor pendidikan.
Muchlis menyampaikan itu usai rapat monitoring dan evaluasi bersama mitra Komisi D DPRD Makassar, Dinas Pendidikan Kota Makassar, Kamis (10/4/2025).
Berlaku Tahun 2025
“Dalam pertemuan ini, kami menerima informasi dari Plt Kadis Pendidikan, InsyaAllah tahun ini program pemberian seragam sekolah gratis untuk siswa SD dan SMP sudah bisa diberlakukan,” ujar Muchlis.
Legislator Hanura Makassar ini mengungkapkan, total sekolah yang akan menjadi sasaran program ini sebanyak 369.
Sekolah itu terdiri atas 314 sekolah dasar dan 55 sekolah menengah pertama yang tersebar di Kota Makassar.
Hanya saja, pemberian bantuan seragam gratis itu secara bertahap. Hanya menyasar beberapa sekolah untuk tahap awal.
Alokasi Anggaran Rp18 Miliar
Pemeritah Kota Makassar menurut Muchlis, mengalokasikan anggaran sebesar Rp18 miliar untuk menyukseskan anggaran tersebut.
“Kita tentu berharap pelaksanaan di tahun ajaran baru tahun 2025 berjalan dengan baik dan bisa dirasakan manfaatnya oleh seluruh anak-anak kita,” kata Muchlis.
Apalagi, lanjut Muchlis, program ini merupakan langkah progresif Pemerintahan Munafri-Aliyah.
“Program ini sangat positif dan strategis. Tidak semua orang tua siswa punya kemampuan ekonomi yang sama, terutama untuk membelikan seragam sekolah baru,” kata Muchlis.
Sejahterakan Penjahit Lokal
Pemerintah Kota Makassar akan melibatkan masyarakat kecil untuk mewujudkan salah satu program prioritas pasangan Mulia (Munafri-Aliyah).
Program gratis seragam sekolah misalnya, Munafri dan Aliyah akan memanfaatkan jasa penjahit di Makassar untuk program ini.
“Pemberian baju seragam ini diberikan kepada tukang jahit di sekitar sekolah, anak-anak tinggal datang ukur baju dan dijahitkan supaya kehidupan masyarakat penjahit bisa kita maksimalkan,” ucap Munafri Arifuddin dalam Rapat Koordinasi Lingkup Pemerintah Kota Makassar di Lt 2 Ruang Siapakatau, Balaikota, Selasa (8/4/2025).
Tugaskan Dinas Koperasi
Munafri menugaskan Dinas Koperasi mencari penjahit yang berdomisili dekat sekolah. Apalagi, program ini akan berjalan tahun ajaran baru 2025.
“Tolong dari Dinas Koperasi bekerja sama dengan disdik cari wilayah-wilayah itu. Waktunya tidak lama karena sebentar lagi akan ada PPDB. Tolong jadi contoh bahwa ada keterlibatan masyarakat dalam program unggulan ini,” ujar Appi.
Adapun sasaran program seragam gratis ini ialah peserta didik baru baik SD maupun SMP. Hanya saja pemberiannya secara bertahap.
Munafri mengusulkan agar pemberian seragam gratis ini menyasar empat SD dan empat SMP untuk tahap awal.
Wali Kota juga menginstruksi juga untuk mempromosikan sekolah yang berada di lingkungan masyarakat kurang mampu.
“Posisi sekolah yang kita harus berikan ini memang anak-anak yang berada di wilayah tingkat kesejahteraannya lebih rendah dari yang lain,” tegas Appi.
Disdik Sudah Susun Draft
Plt Kepala Dinas Pendidikan Makassar Andi Bukti Djufrie mengklaim sudah menyusun draft peraturan wali kota (Perwali) terkait seragam sekolah gratis.
“Draft perwali terkait seragam gratis sudah selesai. Sekrang sudah di tim transisi. Selanjutnya ke bagian hukum,” kata Andi Bukti dalam rakor tesebut.
Andi Bukti mengatakan, akan menyesuaikan masukan-masukan dari Wali Kota terkait program unggulan Mulia ini. ***













