BERITA TERKINIPOLKUMHAM

Lokakarya Penurunan Stunting Di Tomoni Timur

×

Lokakarya Penurunan Stunting Di Tomoni Timur

Sebarkan artikel ini
Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (KB) Luwu Timur gelar lokakarya penurunan stunting di Tomoni Timur

MAKASSARCHANNEL, TOMONI TIMUR LUTIMDinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (KB) Luwu Timur gelar lokakarya penurunan stunting di Tomoni Timur.

Lokakarya berlangsung, Kamis (20/2/2025), di Aula Kantor Kecamatan Tomoni Timur, Kabupaten Luwu Timur.

Hadir Camat Tomoni Timur Yulius, Danramil Mangkutana, Kepala Puskesmas Tomoni Timur Niluh Gd Sumardani, Koordinator Penyuluh Lapangan KB.

Hadir pula Tim Pendamping Keluarga, Ketua TP PKK Desa, pendamping desa, kader setempat, perwakilan dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat.

Penyebab Stunting

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Luwu Timur, Aini Endis Anrika, ketika membuka lokakarya mengatakan, stunting adalah kondisi tinggi badan anak lebih rendah dari rata-rata usianya akibat kekurangan nutrisi dalam jangka panjang.

“Hal ini bisa terjadi karena kurang asupan gizi pada ibu selama kehamilan atau pada anak saat masa pertumbuhan,” jelas Aini.

Dia juga menyoroti program jangka pendek oleh Kementerian Keluarga Berencana melalui Quick Win Keluarga Berencana.

Program ini itu untuk mengatasi tantangan pembangunan kependudukan dan keluarga, dengan fokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Beberapa program unggulan antara lain Taman Asuh Anak (Tamasya), Gerakan Orang Tua Cegah Stunting (GENTING), Gerakan Ayah Teladan (GATE), Lansia Berdaya, dan AI-Super App tentang Keluarga.

Kolaborasi Pemangku Kepentingan

Aini berharap kerja sama antar pemangku kepentingan di Kecamatan Tomoni Timur untuk menekan angka stunting.

“Camat selaku ketua TPPS diharapkan dapat mengambil langkah strategis untuk menurunkan prevalensi stunting di wilayah ini,” imbuh Aini.

Dengan adanya mini lokakarya ini, diharapkan langkah-langkah konkret dapat segera diambil untuk mengatasi masalah stunting di Tomoni Timur.

Kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas di masa depan.

Kabid Kabid Keluarga berencana DPPKB Luwu Timur, Suliati, menambahkan strategi penurunan stunting melalui TPPS.

Ketua Tim Pengendalian Percepatan Penurunan Stunting ( TPPS) Kecamatan Tomoni Timur adalah camat.

Januari 54 Kasus Stunting

Ketua TPPS yang juga Camat Tomoni Timur, Yulius, mengapresiasi penyelenggaraan lokakarya ini sebagai langkah penting menekan angka stunting di wilayahnya.

Data terbaru Puskesmas Tomoni Timur, ada 54 kasus stunting Januari 2025, dengan kasus terbanyak di Desa Purwosari dan Margomulyo, masing-masing 13 kasus.

“Kami akan menggelar pertemuan khusus dengan pihak terkait di desa-desa untuk mengidentifikasi permasalahan dan penyebab stunting,” kata Yulius.

Camat berlatar belakang jurnalis itu berjanji, akan membahas bersama hasil pertemuan itu untuk mencari solusi terbaik.

Intervensi

Kepala Puskesmas Tomoni Timur, Niluh Gd Sumardani, mengklaim, telah melakukan berbagai intervensi untuk menangani stunting di wilayah tersebut.

Langkah-langkah itu meliputi edukasi, kunjungan rumah, sosialisasi, hingga pemberian makanan tambahan.

Hanya saja, Niluh mengatakan, tenaga kesehatan saja tidak mampu melakukan penanganan stunting tanpa kerja sama pihak terkait.

“Banyak faktor yang mempengaruhi kenaikan angka stunting, sehingga perlu kerja sama dan kepedulian semua pihak, terutama orang tua balita,” ujar Niluh. (yus)

Tinggalkan Balasan