MAKASSARCHANNEL, BONTOSUNGGU JENEPONTO – Penularan dan penyebaran penyakit HIV/AIDS kian memprihatinkan. Contohnya, saat ini, ada 61 penderita HIV/AIDS di Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto mencatat ada 61 kasus positif HIV/AIDS yang ditangani tahun 2024.
Sebanyak 13 orang di antaranya meninggal dunia. Dari 61 penderita HIV/AIDS di Jeneponto yang tercatat itu umumnya sudah berkeluarga.
“HIV tahun 2023 ada 71 kasus dan meninggal 17 orang. Tahun 2024 ada 61 kasus yang meninggal 13 orang,” kata Kepala Bidang P2P Dinkes Jeneponto, Suryaningrat, Senin (20/1/2025).
Bahkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto menurut Suryaningrat menangani pengidap penyakit HIV/AIDS yang mematikan itu dari wanita penghibur.
Sudah Berkeluarga
“Iya kita biasanya temukan orang yang sudah berkeluarga. Itu terkonfirmasi dari istrinya ketika kecehatan, karena semua ibu hamil yang mau bersalin itu dites HIV dulu,” ungkap Suryaningrat.
“Ternyata setelah dinotifikasi pasangan namanya, ternyata suaminya yang bawa penyakit itu setelah dia bekerja di luar. Ada juga yang tukang becak, suaminya mungkin bergaul di Makassar, ada juga yang belum berkeluarga pelaku seks bebas, prostitusi,” sambung Suryaningrat.
HIV/AIDS, menurut Suryaningrat, salah satu penyakit beresiko kematian tinggi. Mereka harus mengonsumsi obat khusus. Jika tidak mengonsumsi obat itu, berisiko nyawanya melayang.
“Mematikan kalau dia tidak mengonsumsi obat yang namanya ARV. Obat itu akan menekan jumlah virus dalam tubuh dan meningkatkan imun tubuh. Dia tidak bisa sembuh. Sepanjang dia tidak mengonsumsi obat itu, tunggu waktu pasti kematian akan menjemput,” ulas Suryaningrat.
Setiap Pada Pasangan
Suryaningrat mengatakan, penyebaran penyakit HIV/AIDS terjadi karena banyak faktor. Salah satunya, saat penderita HIV melakukan donor darah namun tidak menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu oleh tim medis.
“Hanya tiga sumber cairan, yang pertama sperma atau cairan vagina, kedua melalui transfusi darah, yang ketiga melalui Air Susu Ibu (ASI) pada anaknya, selain itu tidak menular baik itu keringat, air liurnya dan bekas minumnya,” ulas Suryaningrat.
Dia melanjutkan, “Untuk menghindari HIV, tingkatkan iman, yang kedua setia pada satu pasangan.”
Cara ini merupakan upaya terbaik untuk menjauhkan keluarga dari penyakit mematikan tersebut. (***)













