BERITA TERKINIPemerintahRAGAM INFO

29 WNI Asal Sulsel Dideportasi dari Malaysia

×

29 WNI Asal Sulsel Dideportasi dari Malaysia

Sebarkan artikel ini
29 WNI Asal Sulsel Dideportasi dari Malaysia hingga Juli 2025 karena berbagai masalah di antaranya sebagai tenaga kerja ilegal
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transpigrasi (Dinsnakertrans) Sulsel, Jayadi Nas, (kiri) memaparkan masalah ketenagakerjaan di Sulsel pada acara coffee morning. (Foto: Situs Pemprov Sulel)

MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transpigrasi (Disnakertrans) Sulsel, Jayadi Nas mengatakan sudah 29 WNI asal Sulsel kena deportasi di Malaysia.

“Baru-baru dipulangkan ada yang usia 10 hari bayinya, kena sweeping. Kami jemput di Parepare,” kata Jayadi pada acara coffee morning di Makassar, Kamis (3/7/2025).

Jayadi mengatakan, warga Sulsel yang kena deportasi tercatat hingga Juli 2025, di antaranya tidak memenuhi persyaratan izin kerja atau Visa telah habis.

Juga masalah persyaratan pekerja migran Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Mereka berangkat ke Malaysia tidak melalui prosedur resmi atau ilegal.

Dari Penjara

Jayadi mengemukakan ada warga asal Sulsel yang baru keluar dari penjara, kena deportasi, hanya ada pakaian di badan.

”Kami jemput dan beberapa ditampung dulu di sini (Disnakertrans), termasuk diantar ke daerah asalnya. Kami selalu memonitor,” ungkap Kadisnakertrans.

700 Pekerja Terkena Pihak

Menyinggung tentang tenaga kerja di Sulsel yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), Jayadi mengatakan sudah ada 700 pekerja yang terdampak.

Data tersebut tercatat selama enam bulan terakhir hingga awal Juli 2025.

Jayadi juga menambahkan Disnakertrans Sulsel memiliki Satgas PHK yang memonitoring dan memberikan penanganan pada tenaga kerja yang terkena PHK.

Job Fair

Lebih jauh, Jayadi menjelaskan menghadapi berbagai masalah ini, Disnakertrans Sulsel memfasilitasi pelatihan keterampilan dan menggelar job fair (pameran/bursa lowongan kerja).

Pada 27–28 Juli 2025, Dinakertrans Sulsel akan kembali menggelar kegiatan job fair di Parepare. Sebanyak 25 perusahaan akan mengambil bagian dalam even ini.

Setelah di Parepare, Kota Makassar mendapat giliran kegiatan bursa tenaga kerja ini.

Pada pelaksanaan sebelumnya, lebih dari 200 orang berhasil terrekrut oleh sekitar 25 perusahaan peserta. Di antaranya PT IMIP Morowali, Pertamina, BRI.

”Kami mendorong agar jumlah perusahaan terus bertambah di setiap even,” harap Jayadi seperti dilansir Situs Pemprov Sulsel.

Disnakertrans Sulsel, kata Jayadi, juga mendorong peningkatan kompetensi calon tenaga kerja yang masih menempuh pendidikan. Selain itu, kegiatan pelatihan dan skill kepada masyarakat.

Platform Layanan Informasi ”Saoraja”

Dalam acara coffee morning, Disnakertrans Sulsel juga memaparksan salah satu program unggulan yakni platform informasi digital Saoraja.

Saoraja adalah sarana informasi berupa website yang menjadi basis layanan informasi Disnakertrans Sulsel kepada masyarakat.

“Salah satu bentuk pelayanan terbaik adalah keterbukaan informasi kepada masyarakat. Saoraja kami hadirkan sebagai ”rumah besar” data dan layanan informasi ketenagakerjaan,” ujar Jayadi Nas.

Nama Saoraja sendiri berasal dari Bahasa Bugis yang berarti “rumah besar”. Tempat tinggal bangsawan yang sarat makna kepemimpinan.

Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Sulsel mentranformasikan filosofi ini ke dalam konteks layanan informasi.

Saoraja yang hadir sejak 2023 itu kini sedang mengikuti ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) KemenpanRB. Publik bisa mengakses Saoraja melalui laman resmi saoraja.sulselprov.go.id ***

Tinggalkan Balasan