Menariknya, beberapa guru yang ikut menyumbang tulisan malah merupakan guru yang baru bergabung dengan SDIT Ar Rahmah, 1 dan 2 tahun terakhir.
Saat sharing penulis, Nurlia Hanaping, berterus terang bahwa ketika diminta menulis untuk buku ini, dia sempat berpikir, topik apa yang menarik untuk ditulis. Karena dia khawatir, tulisannya sama dengan yang lain. Dia kemudian mengambil topik tentang home visit.
“Saya beri judul Kisah di Balik Pintu Rumah. Judulnya dibuat seperti itu agar menarik dan membuat orang penasaran,” kisahnya.
Berita Terkait :
Peluncuran Bersama Buku Sastra Di Hari Jadi Ke-351 Sulsel
Penulis lain, Dian Isdianti, mengaku meski suka menulis tapi dia juga menulis tergantung mood. Dia lebih suka menyebut kegiatan ini sebagai berbicara lewat menulis. Dengan begitu, tidak ada beban, kalau salah bisa dikoreksi.
Ketua Komite Sekolah SDIT Ar-Rahmah, Misna, mengapresiasi guru-guru yang dinilai luar biasa perjuangannya selama pandemi. Salah satu pembelajaran yang bisa dipetik, yakni penting komunikasi antara orang tua dan guru. Lewat komunikasi yang tidak pernah terputus, bisa diketahui perkembangan belajar anak-anaknya.
Acara yang dipandu oleh Mba Ati ini, dilakukan secara daring yang terselenggara atas kerja sama SDIT Ar-Rahmah dengan Joeragan Artikel. (her)













