MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) usul ke Kementerian Perhubungan agar Teman Bus dioperasikan lagi, khususnya koridor 3 dan 4 rute Kampus Teknik Unhas, Gowa.
Kajian terkait operasional angkutan umum darat ini sudah dimulai. Sebelumnya, teman bus khusus trayek 3 dan 4 berhenti beroperasi karena tekor dan 34 armada dikembalikan ke Cibitung, Jawa Barat.
Trayek 4 mengangkut mahasiswa maupun dosen di Kampus Teknik Unhas, Gowa ke Mall Panakkukang Makassar. Trayek ini dinilai sangat membantu mahasiswa, sehingga berminat mengembalikan armada teman bus.
Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Inovasi, Kewirausahaan, dan Bisnis Unhas, Prof Dr Eng Adi Maulana mengaku sudah memikirkan beragam skema pembayaran. Diantaranya berlangganan.
“Skemanya nanti kita akan sesuaikan begitu. Bisa saja berlangganan. Jadi misalnya, satu bulan bisa Rp25 ribu. Itukan memudahkan, kemanapun di trayek itu tetap Rp25 ribu satu bulan,” jelas Prof Adi Maulana, Rabu (24/1/2024).
Dengan skema tersebut, Prof Adi Maulana mengaku pihak operator juga diuntungkan. Sebab, sudah memiliki pelanggan pasti yang bertransaksi setiap bulan. Skema ini diusulkan Unhas ke Kementerian Perhubungan.
“Itu kan menguntungkan dua pihak ke mahasiswa maupun operator. Karena sudah pasti ada yang beli. 200 atau 300 orang misalkan, pasti ada pelanggan di situ,” kata Prof Adi Maulana.
“Jadi skema seperti itu kami usulkan, bayar di depan. Kemenhub sendiri janji berikan layanan terbaik. Karena ini untuk masyarakat juga,” sambungnya.
Pemprov Sulsel Tak Mampu Subsidi
Sebelumnya, pemerintah pusat menghentikan subsidi teman bus untuk trayek 3 dan 4 di 2024.
Pemprov Sulsel diminta untuk melakukan subsidi teman bus. Namun keterbatasan anggaran, keinginan pemerintah pusat Teman Bus disubsidi Pemprov Sulsel sulit terealisasi.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sulsel Andi Erwin Terwo menjelaskan APBD 2024 Sulsel sudah diteken sejak November 2023.
Dalam APBD 2024, tidak ada alokasi subsidi untuk angkutan darat. Sehingga keinginan pemerintah pusat Teman Bus disubsidi Pemprov Sulsel sulit terealisasi.
“Karenanya, surat dari Dirjen akan dijawab dengan penyampaian ketidakmampuan Pemprov dan mohon dilanjutkan sampai tahun 2025,” jelas Andi Erwin dalam keterangannya, Jumat (5/12/2023).
Pemprov Sulsel telah bersurat kepada Menteri Perhubungan, tepatnya Dirjen Perhubungan Darat melalui surat Nomor : 024/16047/DISHUB tanggal 21 Desember 2023 perihal Kelanjutan Layanan Angkutan Umum Perkotaan Trans Mamminasata.
Adapun poin-poin penyampaian dalam surat tersebut, pada Tahun Anggaran 2024 Pemprov Sulsel belum memiliki kesiapan anggaran untuk mengambil alih pengelolaan pelayanan.
APBD Provinsi Sulsel Tahun 2024 telah ditetapkan pada 6 November 2023 dan belum termuat alokasi anggaran subsidi angkutan umum perkotaan.
Pemprov Sulsel akan menelaah kembali koridor Trans Mamminasata yang saat ini berjalan dan penganggaran subsidi angkutan massal akan diakomodir dalam RPJMD 2025-2029. (din)













