MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Susunan pengurus Penbis rampung setelah berlangsung rapat di Kafe Baca Makassar, Kamis, 25 Desember 2025.
Ketua Penbis (Pengusaha Nulis Buku Indonesia), Heny Suhaeny, memimpin rapat yang mulai berlangsung siang hingga sore.
Rapat itu untuk mengklarifikasi dan memfinalisasi susunan kepengurusan Dewan Pengurus Nasional Penbis.
Hadir dalam pertemuan tersebut, pembina Penbis masing-masing; yakni Rahman Rumaday dan Asrul Sani Abu.
Terlihat pula Wakil Ketua Umum Gerhanyta Syam, Sekjen Risnawati Anwas, Wakil Sekjen Junardin Djamaluddin, Wakil Bendahara Umum Tri Fira Yunisa.
Ketua Bidang Pariwisata Ahmad Solihin, Bidang Pengembangan Bisnis Anna Asrawi Suhartini, serta Bidang Event Muliadi dan Susilowati.
Konsolidasi Internal
Dalam rapat pengurus membahas penyesuaian struktur kepengurusan agar selaras dengan kebutuhan organisasi dan program strategis Penbis ke depan.
Finalisasi ini menjadi bagian penting dalam memperkuat konsolidasi internal menjelang pelantikan Dewan Pengurus Nasional.
Ketua Umum Penbis, Heny Suhaeny, menegaskan bahwa rapat ini bertujuan membangun kepengurusan yang solid, profesional, dan mampu membawa PENBIS berperan aktif dalam pengembangan literasi dan kewirausahaan berbasis buku di Indonesia.
Rapat berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi, mencerminkan komitmen bersama untuk memajukan Penbis sebagai organisasi nasional yang berdaya saing dan berdampak.
Dia mengatakan juga bahwa rapat terbatas ini merupakan bagian dari ikhtiar serius Penbis menata organisasi agar lebih solid dan siap melangkah secara nasional.
Finalisasi struktur organisasi menjadi fondasi penting agar Penbis dapat berjalan lebih profesional dan terarah.
“Kami ingin memastikan setiap peran dan tanggung jawab jelas, sehingga program literasi dan kewirausahaan berbasis buku dapat berjalan optimal,” ujar Heny Suhaeny.
Pelantikan
Rapat juga menyinggung rencana pelantikan Dewan Pengurus Nasional Penbis yang bakal menjadi momentum konsolidasi dan penguatan jejaring pengusaha, penulis, serta pegiat literasi di berbagai daerah.
“Pelantikan DPN bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi titik awal menggerakkan agenda besar PENBIS, mulai dari penguatan ekosistem menulis buku, peningkatan kapasitas anggota, hingga kolaborasi lintas sektor,” katanya.
Dalam suasana diskusi yang hangat dan penuh semangat kebersamaan, para peserta rapat turut memberikan masukan terkait agenda lain.
Seperti program kerja jangka pendek dan menengah, penguatan branding organisasi, serta strategi pengembangan Penbis agar lebih berdampak bagi dunia literasi dan kewirausahaan di Indonesia. ***













