MAKASSARCHANNEL, MAKKAH – Suhu di Makkah mencapai 42 derajat celcius pada siang hari dan 31 derajat pada malam hari.
Jemaah haji diimbau salat di hotel, minum air putih, mengonsumsi vitamin, dan mengurangi aktivitas di luar.
Suhu panas baru mulai turun menjelang magrib hingga isya. Pada malam hari pun, suhu di Kota Makkah masih sekitar 31 derajat celcius.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Ali Machzumi menyarankan agar jemaah tidak memaksakan diri melaksanakan salat di Masjidil Haram siang hari.
Jemaah sebaiknya melakukan salat di Masjidil Haram mulai menjelang petang. Di hotel tempat penginapan sudah tersedia musala.
”Walaupun siangnya salat di hotel, insya Allah pahalanya akan sama dengan di Masjidil Haram,” kata Ali seperti dilansir situs resmi Kementerian Agama, Selasa (13/5/2025).
Minum Air Putih
Kepada para jemaah, Ali menganjurkan sering minum air putih, minimal dua liter sehari, agar tidak dehidrasi.
”Karena cuaca yang cukup panas. Suasana di kota Makkah ini kita lihat memang suasananya bebatuan dan padang pasir,” ujarnya.
Memakai Payung
Jemaah juga dianjurkan memakai payung saat di luar ruangan.
“Selalu pakai penutup kepala atau payung saat di luar ruangan, mengingat panasnya menyengat,” imbau Ali.
Vitamin dan Kaca Mata Hitam
Jemaah haji juga harus menjaga kesehatan dengan minum vitamin, sesuai petunjuk tim kesehatan haji.
Selain jika berada di luar atau di tempat terbuka, sebaiknya memakai kacamata hitam.
Masih Lama di Makkah
Imbauan dan anjuran kepada jemaah mengingat masih lama masa tinggal jemaah haji di Makkah hingga menjelang Armuzna pada 5 Juni 2025.
“Sebaiknya simpan tenaga untuk Armuzna, terutama bagi yang lansia, jangan memforsir agar tidak kelelahan,” minta Ali.
Kedatangan ke Makkah
Penghematan tenaga juga untuk kedatangan jemaah ke Makkah. Ali Machzumi mengatakan jemaah yang baru tiba di Makkah dari Madinah, akan rehat dulu di hotel. Setelah itu baru melaksanakan umrah wajib.
Sedangkan jemaah yang datang dari Indonesia menuju Jeddah, kemudian ke Makkah, waktu umrah wajib juga bisa petang hari.
Memakai Ihram di Embarkasi
Lebih lanjut Ali mengemukakan, jemaah haji gelombang II agar sudah memakai kain ihram di embarkasi.
Setelah itu mengambil miqat di Yalamlam atau Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Kemudian bersiap menunaikan umrah wajib pada malam harinya. ***











