BERITA TERKINIEDUKASI

SMP Metro School Makassar PKL Di Komunitas Anak Pelangi

×

SMP Metro School Makassar PKL Di Komunitas Anak Pelangi

Sebarkan artikel ini
SMP Metro School Makassar PKL di Komunitas Anak Pelangi, Lorong Daeng Jakking, Parang Tambung, Kecamatan Tamalate, Jumat (30/1/2026)

MAKASSARCHANNEL, MAKASSARSMP Metro School Makassar PKL di Komunitas Anak Pelangi, Lorong Daeng Jakking, Parang Tambung, Kecamatan Tamalate, Jumat (30/1/2026).

Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) SMP Metro School Makassar itu berlangsung Pusat Pengembangan Potensi Masyarakat K-Apel (Komunitas Anak Pelangi).

Pertemuan perdana PKM ini melibatkan empat murid SMP Metro School Makassar dari kelas VII dan VIII.

Kegiatannya antara lain; mendongeng oleh Dinyah (kelas 7) dan Almira Khalisah Ihsan (kelas 8).

Arabella Kamalia Tunniza (kelas 8) dan Tazqiirah Alisha Adiba Ande (kelas 8) memberikan materi Menggambar sketsa.

Kepekaan Sosial

Kepala Sekolah SMP Metro School Makassar, Ibu Nursia, memimpin PKL di lokasi yang terletak di blakang Kantor Lurah Parang Tambung tersebut.

Kepala SMP Metro School Makassar, Nursia, menjelaskan, program PKM itu sebagai ruang belajar nyata bagi peserta didik agar mereka tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga peka secara sosial.

“Kami ingin anak-anak belajar langsung dari kehidupan. PKM ini menjadi sarana bagi siswa untuk mengasah empati, kreativitas, dan keberanian berbagi di tengah masyarakat,” ungkap Nursia.

Ia menambahkan, Komunitas Anak Pelangi (K-apel) dipilih karena dinilai konsisten menghadirkan ruang pendidikan alternatif yang ramah anak dan berorientasi pada pengembangan potensi masyarakat.

Relevan

Sementara itu, Founder Komunitas Anak Pelangi (K-apek), Rahman Rumaday, menyambut kolaborasi ini sebagai perjumpaan nilai antara sekolah dan komunitas.

Kehadiran murid SMP yang turun langsung mengajar dan berinteraksi dengan masyarakat merupakan gambaran pendidikan yang hidup dan relevan dengan zaman.

“Keren sekali Metro School Makassar. OSIS-nya sudah melangkah lebih jauh dengan memiliki program Pengabdian kepada Masyarakat yang benar-benar turun langsung dan menyentuh kehidupan anak-anak di lorong,” ujar pria berkacamata itu.

Ia menilai, program PKM yang digagas oleh siswa ini mencerminkan arah baru pendidikan yang tidak berhenti pada ruang kelas.

“Sependek pengetahuan saya, baik di tingkat SMP maupun SMA, negeri maupun swasta, belum banyak sekolah yang memberi ruang seluas ini kepada siswanya untuk melakukan PKM secara terstruktur. Metro School Makassar menunjukkan bahwa anak-anak juga mampu menjadi subjek pengabdian, bukan sebatas objek pembelajaran,” tuturnya.

Kolaborasi

Lebih jauh, Rahman Rumaday menyebut kolaborasi sekolah dan komunitas sebagai wajah pendidikan masa depan.

“Pendidikan ke depan bukan hanya soal nilai rapor, tetapi tentang nilai hidup. Ketika siswa belajar hadir, mendengar, mengajar, dan berbagi di tengah masyarakat, di situlah karakter dibentuk dan makna belajar menemukan rumahnya,” tambahnya.

Ia berharap kegiatan PKM ini dapat berlangsung secara berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk membuka ruang kolaborasi serupa.

“Komunitas seperti K-apel selalu terbuka menjadi laboratorium sosial bagi pendidikan. Di lorong-lorong kecil, inilah sering kali lahir pelajaran-pelajaran besar tentang kemanusiaan,” pungkas Maman, sapaan akrab penulis buku Pedang dan Kain Kafan tersebut. (rum)

Tinggalkan Balasan