Jika dulu semangat kepahlawanan ditunjukkan melalui pengorbanan tenaga, harta, bahkan nyawa. Sekarang, untuk menjadi pahlawan, bukan hanya mereka yang berjuang mengangkat senjata mengusir penjajah, tetapi kita juga bisa, dengan cara menorehkan prestasi di berbagai bidang kehidupan, memberikan kemaslahatan bagi masyarakat, membawa harum nama bangsa di mata internasional.
“Peringatan Hari Pahlawan, kiranya dapat meningkatkan kesadaran kita untuk lebih mencintai tanah air dan menjaganya sampai akhir hayat,” kata Mensos.
Jangan biarkan keutuhan NKRI yang telah dibangun para pendahulu negeri ini dengan tetesan darah dan air mata menjadi sia-sia. Jangan biarkan tangan-tangan jahil atau pihak yang tidak bertanggung jawab merusak persatuan dan kesatuan bangsa.
Baca Juga :
Messi Hattrick, Hajar Celta Vigo 4-1
Jangan biarkan negeri kita terkoyak, tercerai berai,terprovokasi untuk saling menghasut dan berkonflik satu sama lain. Mari kita maknai Hari Pahlawan ini dengan wujud nyata, bekerja membangun negeri menuju Indonesia Maju.
Mensos berharap, peringatan Hari Pahlawan bukan hanya bersifat seremonial, tetapi dapat diisi dengan berbagai aktivitas yang dapat menyuburkan rasa nasionalisme dan meningkatkan rasa kepedulian untuk menolong sesama yang membutuhkan.
Dengan menjadikan diri kita sebagai Pahlawan Masa Kini, maka permasalahan yang melanda bangsa dewasa ini dapat teratasi. Untuk itu marilah kita terus menerus berupaya memupuk nilai kepahlawanan agar tumbuh subur dalam hati sanubari setiap insan masyarakat Indonesia. (har)













