Tentang riwayat kapan dan dimana dirinya terpapar virus tersebut, Amran mengaku, tak dapat menjawabnya.
“Mungkin agak sulit bagi saya untuk menjawabnya. Karena sejak terjadinya pandemi, khususnya di Bulukumba, memang saya tetap lebih banyak menjalankan aktivitas di kantor daripada work from home,” tulisnya.
Berita Terkait :
Polisi Periksa Kadis Kesehatan Bulukumba, Ini Penyebabnya
Seingatnya, dia hanya empat hari tidak masuk kantor selama pandemi ini berlangsung. Bahkan, dia mengaku sering menemani (menyopiri) istrinya menjalankan tugas sebagai Koordinator TGC Kabupaten Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bulukumba. Terutama di hari libur sabtu dan minggu ataupun pada malam hari, termasuk diantaranya ketika melakukan kegiatan pengambilan sampel swab.
“Mohon maaf, karena baru sempat menyampaikan. Yang pasti sebelum saya memposting tulisan ini, kondisi saya sudah tersampaikan kepada kawan dan kerabat yang pernah kontak erat dengan saya dalam beberapa hari terakhir ini,” jelas Amran.
Sebagai informasi, total pasien positif Covid-19 di Bulukumba tercatat sebanyak 59 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 46 orang di antaranya masih dalam perawatan dan atau isolasi mandiri, 12 orang sembuh dan 1 orang meninggal dunia. Sedangkan jumlah Orang Tanpa Gejala yang masih dalam proses pemantauan, tercatat sebanyak 358 orang. (bas)











