BERITA TERKINIEDUKASI

SD Negeri Kompleks Sambung Jawa Finalis KIPP 2025

×

SD Negeri Kompleks Sambung Jawa Finalis KIPP 2025

Sebarkan artikel ini
SD Negeri Kompleks Sambung Jawa Finalis KIPP 2025 melalui program inovasi TEMAN yang mengembangkan kearifan lokal
TANAM POHON – Salah satu aktivitas siswa-siswi SD Negeri Kompleks Sambung Jawa, menanam pohon di halaman sekolahya, Jl Baji Gau 1 No 20, Jongaya, Mamajang, Makassar, Sulawesi Selatan. (Foto : Ist)

MAKASSARCHANNEL, MAKASSARSD Negeri Kompleks Sambung Jawa Finalis KIPP 2025 melalui program inovasi TEMAN.

Kepala UPT SPF SD Negeri Kompleks Sambung Jawa, Fahmawati SPd, menyampaikan kabar gembira itu, melalui WhatsApp, Kamis (8/1/2026).

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN & RB) menetapkan sekolah yang terletak di Jalan Baji Gau 1, Makassar itu sebagai finalis melalui Keputusan Menteri PANRB Nomor 330 Tahun 2025.

Piagam penghargaan itu diberikan kepada Pemerintah Kota Makassar atas inovasi TEMAN (Tim Edukasi dan Mediasi Anak) sebagai Finalis TOP Inovasi KIPP Tahun 2025, kelompok umum.

Program Unggulan

Piagam penghargaan tersebut ditandatangani oleh Menteri PAN & RB, Rini Widyantini, SH, MPM, di Jakarta, pada 15 Desember 2025.

TEMAN merupakan program unggulan SDN Kosamja dalam penanganan kasus, dari anak, oleh anak, dan untuk anak.

Program ini dimaksudkan untuk membangun kesadaran anak dan mencegah bullying di sekolah.

Pendekatan TEMAN adalah edukasi, mediasi, dan dokumentasi demi kepentingan terbaik anak.

Nilai Budaya Lokal

Program ini dikembangkan sejalan dengan nilai budaya lokal dan program P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, dalam Kurikulum Merdeka).

Sebelumnya, program inovasi TEMAN juga mencatatkan prestasi sebagai Juara I Lomba Innovative Major Award (IMA) 2022 Kota Makassar. Lomba IMA ini diselenggarakan oleh Balitbangda Kota Makassar.

Fahmawati mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sejauh ini banyak memberikan bantuan berupa ide kreatif, bimbingan dan perhatian kepada sekolahnya.

Terutama kepada Pemkot Makassar, dalam hal ini Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Balitbangda. ***

Tinggalkan Balasan