Kepala UPT SPF SD Negeri Borong, Hendriati Sabir, berharap kegiatan Bunda Pustaka ini memiliki ciri yang berbeda dengan Bunda Baca. Karena Bunda Baca biasa diemban oleh istri-istri pejabat, seperti istri bupati atau istri Wali Kota, sedangkan Bunda Pustaka dari orang tua siswa.
Bunda Pustaka akan jadi bagian dari pendidikan karakter, parenting, dan gerakan literasi sekolah.
Berita Terkait :
Murid SDN Borong Makassar Belajar Membaca Efektif
“Kegiatan ini bagian dari upaya kita mempersiapkan akreditasi perpustakaan. Kami berupaya memenuhi kriteria administratif dan juga melakukan penataan secara fisik. Karena kami mau ada tampilan dan suasana baru,” jelas kepala sekolah yang akrab disapa Bu Indri itu.
Jika perlu, lanjut Hendriati, Bunda Pustaka membuat program yang nanti jadi amal jariah baginya.
Hendriati yakin, potensi yang dimiliki ibu-ibu karena merupakan warga yang biasa aktif di lingkungan RT-RW-nya. Selama ini, kegiatan yang dilakukan sekolahnya menggunakan pendekatan multistakeholder. Sehingga ada sinergitas antara sekolah, pendidik, peserta didik, komite sekolah, orangtua murid, serta pemerhati dan motivator anak dan lain-lain.













