Pengamatan tersebut dianalisis mulai dari eksposur perbicangan, sentimen perbicangan, dan topik perbincangan. Total 485.743 pembicaraan yang dianalisis dari 139.942 akun Twitter.
Dikatakan pula, publik mengapresiasi langkah NasDem yang tak gentar mengusung Anies Baswedan sebagai bacapres.
“Terminasinya 45 persen itu perbincangan mengenai pada NasDem itu merupakan apresiasi kepada NasDem yang tidak gentar dalam mengusung Anies,” kata Maisie Sagita.
Baca Juga :
Terlibat Narkoba, PKS Coret Bacaleg Sidrap
Dia menurutkan, menuturkan 4,91 persen perbincangan mengulas langkah NasDem mengusung Anies sebagai penyelamat demokrasi. Sementara 40,43 persen lainnya membicarakan kader partai politik (parpol) lain pindah ke NasDem karena mengusung Anies.
“Merasa Anies itu lebih cocok sebagai capres sehingga mereka pindah ke NasDem juga,” ucap dia.
Hasil penelitian, ada pula 5,36 persen proporsi perbincangan yang menyinggung soal kader NasDem yang terjerat korupsi. Persentase itu sebagian dari perbincangan negatif yang dibincangkan pengguna Twitter terkait NasDem. (asa)













