“Pjs itu tidak boleh kajili-jili. Dia harus survive dengan apa yang sudah ada. Pjs tidak boleh bikin sesuatu perencanaan atau bikin program prioritas,” jelas Iqbal.
Yang dilakukan seorang Pjs Kepala Daerah, lanjut Iqbal adalah, bagaimana mengharmonisasikan dalam mengawal proses Pilkada dan penanganan virus corona. Termasuk mengawal APBD Perubahan dan APBD Pokok, agar tetap berjalan sesuai jadwal.
“Intinya, mengawal semua program yang sudah ada, termasuk program-program dari pusat agar tetap berjalan, sehingga masyarakat bisa merasakan faedahnya,” tandasnya.
Berita Terkait :
Bupati Lutra Kumpul Tokoh Agama Di Aula Lagaligo
Dia mengatakan, kehadiran media cetak dan online di Lutra, sangat membantu Pemkab dalam penyebarluasan informasi ke masyarakat. Pemkab Lutra akan terus membangun kebersamaan dengan insan pers yang bertugas di Lutra.
“Mari kita senantiasa bergandengan tangan serta bersinergi membangun Luwu Utara untuk lebih baik lagi. Insan pers yang berfungsi sebagai penyelaras dalam memberikan kritikan hendaknya berimbang dan tidak menjustice,” ajak Iqbal.
Ketua PWI Korda Lutra Junaidi didampingi Ketua JOIN Lutra Rizal mengatakan, wartawan harus mengutamakan keakuratan berita dan tetap berpedoman pada kode etik jurnalistik dan UU Pers nomor 40 tahun 1999.
Junaidi berharap kepada wartawan cetak dan online di Luwu Utara agar netral menghadapi suasana politik pada Pilkada Luwu Utara. (yus)













