BERITA TERKINIRAGAM INFO

Peringatan Setahun Tewasnya Mahasiswa Unhas Virendy

×

Peringatan Setahun Tewasnya Mahasiswa Unhas Virendy

Sebarkan artikel ini

MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Keluarga besar James Wehantow menggelar peringatan mengenang setahun tewasnya mahasiswa Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Unhas Virendy Marjefy Wehantouw, Minggu 14 Januari 2024.

Peringatan setahun wafatnya Virendy diawali ibadah dipimpin Pendeta Darius Pakiding S.Th di kediaman keluarga besar almarhum di Perumahan Telkomas Makassar. Hadir pula jemaat GPIB Mangamaseang, kerabat dan relasi hingga sejumlah mahasiswa Fakultas Teknik Jurusan Arsitektur Universitas Hasanuddin.

Suasana haru mewarnai hajatan tersebut saat rekan-rekan Virendy dari Fakultas Teknik Jurusan Arsitektur Unhas mengisi acara dengan membawakan dua lagu milik penyanyi legendaris Iwan Fals, Bento dan Bongkar.

Kegiatan berlangsung di kediaman James Wehantow yang saat ini tercatat sebagai calon anggota legislatif DPRD Kota Makassar daerah pemilihan Tamalanrea dan Biringkanaya melalui Partai Solidaritas Indonesia.

Lantunan kedua lagu itu sebagai bentuk aspirasi mereka yang merasa kecewa atas sikap pihak kampus dan aparat penegak hukum dalam penanganan kasus kematian Virendy yang tidak mencerminkan rasa keadilan.

Rombongan mahasiswa itu dipimpin Ketua Dewan Musyawarah Himpunan Mahasiswa Arsitektur (HMA) Fakultas Teknik Unhas, M Raihan Salman.

Usai acara, Ketua Dewan Musyawarah HMA FT Unhas, M Raihan Salman, didampingi rekan-rekannya mengemukakan, melalui kedua lagu karya Iwan Fals itu mereka mengenang 1 tahun kepergian Virendy.

Sekaligus merupakan aspirasi dari kalangan mahasiswa yang berharap pihak petinggi Unhas dan khususnya aparat kepolisian bisa bertindak profesional serta menuntaskan kasus ini dengan penuh keadilan hukum.

“Lirik lagu Bento dan Bongkar yang kami nyanyikan ini, setidaknya dapat mewakili kekecewaan kalangan mahasiswa terutama teman-teman almarhum terhadap sikap tak adanya kepedulian dan tanggungjawab petinggi kampus Unhas, serta tidak profesionalnya aparat kepolisian maupun instansi pemerintah terkait dalam menangani kasus kematian Virendy,” kata Raihan.

“Harapan kami dari kalangan mahasiswa, pihak Unhas khususnya Rektor harus bersikap bijaksana dan menunjukkan rasa tanggungjawabnya kepada keluarga almarhum. Kami juga berharap aparat penegak hukum maupun instansi pemerintah terkait mampu mengusut dan menuntaskan perkara tewasnya Virendy secara transparan serta menegakkan hukum dengan seadil-adilnya,” tutupnya. (her)

Tinggalkan Balasan