BERITA TERKINIRAGAM INFO

Pendiri Ponpes Darul Istiqamah Maccopa Maros Wafat

×

Pendiri Ponpes Darul Istiqamah Maccopa Maros Wafat

Sebarkan artikel ini
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, pendiri Ponpes Darul Istiqamah Maccopa Maros wafat, Kamis (26/6/2025) dini hari di Gowa

MAKASSARCHANNEL, GOMBARA MAROSInnalillahi wa inna ilaihi raji’un, pendiri Ponpes Darul Istiqamah Maccopa Maros, wafat.

Pendiri sekaligus pengasuh pondok pesantren di Maccopa Maros tersebut, KH Muhammad Arif Marzuki, wafat, Kamis (26/6/2025) dini hari.

KH Arif Marzuki menghadap Sang Pencipta setelah sempat sesak napas sebelum melaksanakan salat tahajud di Pesantren Cabang Darul Istiqamah Gowa.

“Beliau sempat dilarikan ke salah satu rumah sakit di Makassar. Namun nyawanya tidak tertolong,” Muzayyin Arif, putra almarhum.

Duka Mendalam

Muzayyin Arif menyampaikan jenazah akan dimakamkan di Kompleks Pesantren Darul Istiqamah Maccopa, Maros, usai salat Asar.

Kabar wafatnya KH Arif Marzuki memunculkan duka mendalam. Bukan hanya di keluarga besar pesantren, tetapi juga bagi tokoh-tokoh nasional.

“Mohon doa dari seluruh umat Islam agar beliau husnul khatimah, amal ibadahnya diterima di sisi Allah, dan diampuni segala kekhilafannya,” ujar Muzayyin Arif.

Tokoh 

KH Muhammad Arif Marzuki dikenal sebagai ulama karismatik pendiri dan pembina ribuan santri di berbagai cabang pesantren Darul Istiqamah di Sulsel.

Gaya dakwah KH Arif Marzuki yang sejuk dan santun menjadikan ulama itu sosok yang dihormati lintas kalangan.

Kabar wafatnya KH Muhammad Arif Marzuki mendapat perhatian sejumlah tokoh nasional. Ucapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai tokoh.

Menteri Agama RI, Prof Dr KH Nasaruddin Umar, turut menyampaikan duka cita melalui sambungan telepon.

“Barusan menteri agama Prof Nasaruddin Umar, Wakil ketua MPR, Hidayat Nurwahid, menyampaikan bela sungkawa lewat telepon. Dia mendoakan almarhum,” kata Muzayyin.

Publik mengenal KH Arif Marzuki sebagai figur yang tidak hanya membina pesantren, tetapi juga aktif membimbing masyarakat.

KH Arif Marzuki melakukan itu melalui majelis taklim, pendidikan kader dakwah, hingga membentuk jaringan pesantren di Indonesia Timur. (ade)

Tinggalkan Balasan