Dia menambahkan, “Itulah kenapa Musrenbang ini kita mulai dari tingkat kelurahan /desa sebagai pencerminan partisipatif masyarakat yang kemudian sebagai bahan atau dasar dalam pelaksanaan musrenbang tingkat kecamatan, kabupaten, sebelum dibahas di DPRD.”
Dia mengingatkan bahwa program yang belum terealisasi bukan berarti terabaikan akan tetapi kita mengacu ke skala prioritas yang merupakan program induk dari program yang belum sempat terealisasi.
“Itu terjadi karena terbatasnya anggaran untuk merealisasikan sekian banyak program yang diusulkan oleh setiap desa dan kelurahan di Kabupaten Takalar,” katanya.
Berita Terkait :
30 Desa dan Kelurahan di Takalar Bakal Dimekarkan, Empat Kelurahan Ganti “Kulit”, Ini Kata Nurdin HS
Muchtar Djaya menitip harapan kepada anggota DPRD Aswin Majid, agar mengawal program- program strategis yang lahir pada Musrenbang tahun ini dapat terealisasi.
Lurah Parangluara, Hamdayani, mengaku sangat bersyukur karena salah satu anggota legislatif dari dapil I yang merupakan keluarga besar masyarakat Parangluara hadir mendengar aspirasi masyarakat terkait kebutuhan-kebutuhan pokok berupa pembangunan infrastruktur yang menunjang sektor pertanian dan perkebunan.
“Kami sebagai unsur pemerintah di kelurahan akan berupaya semaksimal mungkin membangun komunikasi dengan instansi terkait dalam rangka memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat,” katanya.
“Saya juga meminta kepada segenap masyarakat Parangluara untuk bekerja sama mendukung program pemerintah, khususnya di Kelurahan Parangluara ini,” kata Hamdayani. (kin)














