“Terbukti dari screenshot yang dia sebar ke media, bahwa percakapan terkait capres dan cawapres tersebut melalui WA, bukan melalui telepon,” imbuh dia dilansir detik.com.
Munarman melanjutkan, Yusril adalah orang yang menyoal keislaman Prabowo-Sandiaga Uno. Ia menilai percakapan soal keislaman itu diinisiasi Yusril.
Baca Juga :
Indikator Politik Indonesia Sebut 8 Parpol Gagal ke DPR RI
“Dalam screenshot percakapan yang dia nyatakan sebagai bukti, justru secara kronologis dan secara substansi, Yusril berusaha menggalang Habib untuk pindah dukungan dan Yusril yang pertama menyebut dan mengarahkan pembicaraan tentang kualitas keislaman Prabowo-Sandi. Dengan demikian terbukti sendiri bahwa Yusril-lah yang pertama-tama melakukan gibah terhadap Prabowo-Sandi,” sebut Munarman.
Ia pun memprediksi Yusril akan kembali memainkan isu politik lainnya dengan menggunakan atribusi sebagai pengacara. Seperti apa dugaan skenarionya?
“Sebentar lagi dia juga akan menggunakan profesinya selaku advokat dalam rangka memainkan isu politik melalui cara-cara seolah menjadi lawyer dari pihak yang mendapatkan masalah hukum,” ucap Munarman.
Sebelumnya, Yusril mengungkap transkrip lengkap percakapan WhatsApp dengan Habib Rizieq yang meragukan keislaman Prabowo. Yusril menegaskan transkrip percakapan itu merupakan bukti bahwa dirinya tak menyebarkan kebohongan.
Baca Juga :
Ini Pengakuan Ngabalin Soal Pose Setengah Bugilnya
Yusril mengatakan Habib Rizieq juga menyeret nama Ketum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam percakapan tersebut. Berdasarkan penuturan Yusril, Rizieq menyebut Prabowo terjebak dengan SBY yang tengah berupaya melakukan propaganda melawan politik Islam.
“Perhatikan dalam WA di atas Rizieq yang bilang “PS lemah tentang Islam & lingkarannya pun masih banyak yang “Islamphobia”. Apalagi PS sudah terjebak dengan SBY yang sedang propaganda melawan Politik Islam yang disebutnya sebagai “Politik Integritas” beraroma SARA” dan seterusnya,” sebut Yusril. (sar)













