MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin sebut tampilan flexing ASN bisa rusak kepercayaan publik.
“Saya mengingatkan dan meminta seluruh jajaran Pemkot menjauhi perilaku pamer atau flexing, khususnya di media sosial,” kata Wali Kota Munafri.
Wali Kota menyampaikan larangan itu saat apel pagi di Halaman Balai Kota Makassar, Jl Jenderal Ahmad Yani, Senin (15/9/2025).
Flexing merupakan istilah populer terkait perilaku seorang yang memamerkan kekayaan, gaya hidup mewah, atau pencapaian pribadi secara berlebihan, terutama di media sosial.
Cerminkan Wajah Pemerintah
Wali Kota Munafri menilai, setiap gerak dan ucapan ASN mencerminkan wajah pemerintah di mata masyarakat.
Media sosial kerap jadi tempat flexing ialah Instagram, Facebook, TikTok bahkan aplikasi pesan instan seperti WhatsApp.
Munafri minta minta tampil sederhana, menjunjung integritas, dan menjadikan pelayanan masyarakat sebagai prioritas.
“Mari jaga sikap sebagai aparatur pemerintah agar tetap rendah hati, bijak, dan fokus melayani masyarakat,” kata Appi, sapaan akrab Munafri.
Dia melanjutkan, “Hindari hal-hal berlebihan seperti memamerkan sesuatu yang tidak seharusnya.”
Dewasa Hadapi Kritik Publik
Munafri juga meminta ASN dewasa menyikapi kritik publik. Tidak reaktif terhadap masukan atau perbedaan pendapat.
“Di ruang publik pasti ada masukan dan kritik. Jangan berlebihan dalam merespons,” kata Munafri.
Appi melanjutkan, “Bukan mencari siapa yang benar atau salah, tetapi bagaimana kita mampu berpikir dan memberi cara pandang untuk menyelesaikan persoalan.”
Ketua DPD II Partai Golkar Makassar itu menekankan pentingnya etika kerja dan profesionalisme. Seluruh perangkat Pemkot harus bekerja lintas sektor sebagai satu kesatuan tim.
“Saya dipilih sebagai pemimpin kesatuan besar ini, dan tugas saya membentuk tim yang kuat, lengkap, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutur Appi.
Pelayanan Publik Profesional
Munafri ingin Pemkot Makassar menjadi garda depan pelayanan publik yang profesional, aman, dan inovatif.
Etika aparatur, sinergi lintas sektor, serta kedekatan dengan masyarakat menjadi kunci menjaga kondusivitas kota.
Arahan ini menjadi panduan bagi seluruh jajaran Pemkot untuk bekerja proaktif, mengutamakan kepentingan warga, dan menjaga nama baik pemerintahan.
Terkait pelantikan pejabat eselon II yang baru, Munafri berharap mereka segera menunjukkan kinerja optimal dan berorientasi pada pelayanan.
“Saya ingin kemampuan inovasi, berpikir kreatif, dan membangun gagasan bisa muncul,” katanya.
“Terutama dalam merespons keluhan masyarakat dan melahirkan program yang bersinergi dengan warga di wilayah masing-masing,” kata Appi. ***













