MAKASSARCHANNEL.COM – Ismail Sabri Yaakob, mantan PM Malaysia tersangka korupsi pengadaan publikasi pemerintah sebesar RM700 juta (setara dengan Rp2,58 triliun).
Korupsi itu terjadi selama 14 bulan masa pemerintahan Perdana Menteri (PM) Menteri Malaysia, Ismail Sabri Yaakob.
Kepala Komisi Pemberantasan Korupsi Malaysia (MACC), Azam Baki, dalam konferensi pers, Senin (3/3/2025), mengumumkan, memanggil Ismail menjalani pemeriksaan, Rabu (5/3/2025).
MACC melakukan pemanggilan kepada Ismail Sabri setelah menyita uang tunai senilai RM170 juta (Rp627 miliar) dalam mata uang lokal dan asing.
Penyitaan uang serta emas batangan seberat 16 kg senilai RM7 juta (Rp25 miliar) berlangsung di sebuah kondominium.
“Pada 10 Februari, Datuk Seri Ismail telah mendeklarasikan asetnya. Kami mengambil keterangannya, pada 19 Februari. Pemeriksaan berlangsung sekitar empat hingga lima jam,” kata Tan Sri Azam.
“Ia sedang diselidiki sebagai tersangka berdasarkan Pasal 36 (1) Undang-Undang MACC. Kami akan memanggilnya kembali pada hari Rabu ini untuk diperiksa terkait total RM177 juta yang telah disita,” ujar Tan Sri Azam.
Menjabat Agustus 2021 Hingga November 2022
Ismail Sabri menjabat sebagai Perdana Menteri Malaysia yang kesembilan dari Agustus 2021 hingga November 2022.
MACC telah menahan empat mantan pembantu senior sang eks PM berusia 65 tahun itu pada 21 Februari dan menggerebek empat lokasi dalam penyelidikan.
Pihak berwenang menemukan uang tunai dan emas batangan yang tersembunyi di tiga brankas di salah satu lokasi yang digeledah.
Selain itu, MACC menemukan juga sejumlah perhiasan yang nilainya masih dalam proses penaksiran.
Di antara mata uang asing yang disita dari salah satu lokasi terdapat yen, pound sterling, euro, dirham, serta dolar Singapura, Amerika Serikat, dan Australia.
“Dari total RM170 juta, hanya RM14 juta yang dalam bentuk ringgit,” ungkap Tan Sri Azam seperti dikutip The Straits Times.
Ia menambahkan bahwa salah satu dari empat tersangka diketahui menyewa rumah tersebut.
Bekukan Rekening
Selain itu, MACC telah membekukan 13 rekening bank milik para tersangka dengan total dana RM2 juta.
Namun, Azam menyebut bahwa rekening bank milik Ismail Sabri dan rekening Yayasan Keluarga Malaysia masih aktif.
Selama menjabat sebagai perdana menteri, Ismail Sabri menggagas agenda nasional bernama Keluarga Malaysia.
MACC telah memanggil sekitar 10 saksi untuk dimintai keterangan dan berencana memanggil tujuh hingga delapan saksi lainnya dalam beberapa pekan mendatang.
Tan Sri Azam menegaskan bahwa penyelidikan ini telah dibuka sejak awal 2024. MACC telah meminta Ismail Sabri untuk mendeklarasikan asetnya sejak November tahun lalu.
Tak Ada Unsur Politik
Ia juga membantah ada unsur politik dalam penyelidikan ini dengan menegaskan bahwa MACC tidak menerima instruksi dari pihak mana pun untuk menyelidiki Ismail Sabri.
“Apakah menurut Anda ini investigasi yang bermotif politik? Saya rasa tidak. Kami bekerja secara profesional dan adil, tanpa melihat jabatan seseorang,” kata Azam.
Dia melanjutan, “Tidak ada perintah dari siapa pun. Kami bertindak berdasarkan penyelidikan dan informasi yang kami miliki.”
Sebelumnya, Ismail Sabri sempat dilarikan ke rumah sakit setelah pingsan pada 22 Februari akibat tekanan darah tinggi. Namun, kondisinya kemudian dilaporkan stabil. ***













