MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Kota Yokohama, Jepang memperkuat kerja sama mewujudkan kota rendah emisi atau zero carbon city.
Salah satu upaya mengurangi dampak perubahan iklim ini mulai dijajaki 2023 lalu.
Kolaborasi kedua kota ini melalui bentuk kerja sama antar kota (city to city) yang dukungan Kementerian Lingkungan Hidup Jepang.
Mengawali tindak lanjut rencana tersebut, pihak Konsulat Jenderal Jepang di Makassar mengunjungi Kantor Wali Kota Makassar, Selasa (5/8/2025).
Konsul Jenderal Jepang di Makassar, Ohashi Koichi dan rombongan berdiskusi dengan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin tentang proyek zero carbon ini.
Kunjungan Ohashi Koichi ini merupakan rangkaian kick-off meeting lanjutan proyek Zero Carbon City.
Fokus Program
Mengutip situs resmi Pemkot Makassar, proyek Zero Carbon City merupakan kelanjutan dari skema kemitraan yang telah dijajaki sejak 2023.
Fokus program meliputi pengembangan sistem transportasi publik rendah emisi, efisiensi energi di bangunan publik.
Kemudian integrasi teknologi energi terbarukan seperti solar panel dan sistem kelistrikan pintar. Selain itu peningkatan kapasitas SDM, dan pertukaran teknologi.
Rencana aksi jangka pendek akan melibatkan penyusunan peta jalan (roadmap) bersama serta membuat proyek percontohan (pilot project) di beberapa wilayah Kota Makassar.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyatakan bahwa komitmen menuju pembangunan berkelanjutan, tidak hanya menjadi tanggung jawab nasional. Namun juga perlu tindak lanjut secara lokal dan kolaboratif.
“Kota Makassar terus bertransformasi menjadi kota yang adaptif terhadap tantangan masa depan, salah satunya krisis iklim,” jelas Munafri, di kantor Balai Kota Makassar.
Dukungan Penuh
Konsul Jenderal Ohashi Koichi, menyatakan dukungan penuh pemerintah Jepang terhadap kolaborasi ini.
Ia juga mengapresiasi komitmen Pemkot Makassar dalam rencana proyek yang kini memasuki tahun kedua.
“Kami percaya, melalui transfer pengetahuan, teknologi, dan praktik baik, proyek ini bisa menjadi model kolaborasi kota di Asia,” ungkap Ohashi Koichi.
Menurut Ohashi, Pemerintah Jepang melalui Kementerian Lingkungan Hidup secara aktif mendorong inisiatif serupa di berbagai belahan dunia. Ini sebagai bagian dari upaya global menuju netralitas carbon (carbon neutrality).
Ohashi mengatakan, pihak Pemkot Makassar telah mengikuti berbagai pelatihan dan workshop ininisiasi Pemerintah Jepang.
“Termasuk menjalin koneksi dengan jaringan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang energi dan teknologi lingkungan,” tuturnya. ***













