Selain Alfian, dari Makassar juga terdapat nama Rahmat Hidayat. Peserta seleksi yang lolos lainnya berasal Jakarta, Lampung, Pekanbaru, Yogyakarta, Depok, Bandung, Kendari, dan sebagainya.
Target yang ingin diraih dari program ini adalah, ada karya yang layak diterbitkan, penulis secara aktif membangun jejaring literasi nasional dan internasional, promosi sastra dan budaya Indonesia melalui keikutsertaan penulis yang mengikuti program residensi dalam acara-acara festival sastra nasional/internasional di tempat dimana yang bersangkutan melaksanakan programnya.
Baca Juga :
Bupati Enrekang Larang ASN Gunakan Gas Elpiji 3 Kilogram
Juga, laporan perjalanan dan jejaring yang dicatat oleh penulis sebanyak 2 kali sebulan yang akan dimuat di website Komisi Buku Nasional (KBN). Program lanjutan di dalam negeri, berupa presentasi dari para penulis mengenai program yang diikutinya. Terbukanya peluang penjualan hak cipta ke penerbit di dalam dan luar negeri.
Kusala Sastra Khatulistiwa 2019 Alfian Dippahatang, melalui kumpulan cerita pendek berjudul “Bertarung dalam Sarung” dan kisah-kisah lainnya, termasuk salah seorang dari 10 penulis puisi dan prosa terpilih dalam longlis Kusala Sastra Khatulistiwa ke-19 kategori prosa, salah satu penghargaan bergengsi di Indonesia. Kumpulan cerpen tersebut telah diterbitkan Kepustakaan Populer Gramedia Jakarta Maret 2019.
Penyelenggaraan Kusala Sastra Khatulistiwa yang didirikan oleh Richard Oh, sejak tahun 2001. Kusala Sastra Khatulistiwa adalah ajang penghargaan kesusastraan Indonesia yang diadakan tahunan. Karya-karya sastra yang dipilih adalah yang terbit pada rentang waktu satu tahun.













