Menteri merinci, melalui program ini telah dilakukan pendampingan intensif untuk mewujudkan smart city terhadap 25 kabupaten/ kota di tahun 2017. Selanjutnya, 50 kabupaten/ kota di tahun 2018, terus 25 kabupaten/ kota di tahun 2019 dan 48 kabupaten/ kota di tahun 2021 lalu.
“Perlu dicatat, khusus di tahun 2021 ada 7 kabupaten/ kota yang mendapat pengulangan pendampingan dari tahun-tahun sebelumnya. Dengan demikian, terdapat total 141 kabupaten/ kota yang tergabung dalam Gerakan Menuju Smart City sampai tahun 2021,” ungkapnya.
Berita Terkait:
Bupati Lutra Kukuhkan Kampung Siaga Bencana Di Malangke Barat
Sedangkan di tahun 2022, lanjut dia, jajarannya akan melakukan pendampingan penyusunan masterplan smart city bagi 50 kabupaten/ kota yang telah terpilih melalui assessment yang telah dilakukan tahun 2021.
Diharapkan, momentum penandatangananMoU itu menjadi simpul penguat kolaborasi bersama dalam mewujudkan implementasi smart city di Indonesia.
“Mari bersama-sama kita jaga momentum sinergi ini, terus dorong inovasi demi mewujudkan Indonesia Terkoneksi Makin Digital Makin Maju,” katanya. (yus)













