“Kita akan segera berkoordinasi kembali dengan pemilik Hotel I Lagaligo, yang awalnya bersedia menjadikan hotelnya sebagai tempat karantina. Tentunya kita juga berharap hasil rapid tes nanti tidak ada yang positif. Kalau pun ada, kita sudah ada ruang isolasinya,” terang Husler.
Untuk lokasi karantina, awalnya sudah disediakan oleh PT Vale di Old Camp dan Enggano. Namun, setelah PT Vale melakukan rapid tes massal terhadap ribuan karyawannya, kemungkinan dua tempat tersebut tidak bisa lagi diharapkan untuk digunakan, karena tentu akan diprioritaskan sebagai tempat isolasi bagi karyawan PT Vale sendiri.
Berita Terkait :
Pasien Positif Covid-19 Di Lutim Jadi 11 Orang
Status tanggap darurat Covid-19 ini, mengisyaratkan bahwa kondisi Luwu Timur relatif rawan corona, sehingga diminta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan dan menjaga anggota keluarga masing-masing.
Masyarakat diimbau untuk tetap di rumah dan selalu mengenakan masker jika berada di luar rumah, menjaga jarak sosial ketika beriteraksi, menjaga kesehatan, serta rajin mencuci tangan menggunakan sabun di bawah air mengalir.
Bupati Husler memastikan, Pemerintah Luwu Timur akan berbuat semaksimal mungkin menekan penyebaran virus corona, namun kesadaran warga juga sangat diharapkan mematuhi imbauan pemerintah untuk memotong mata rantai penyebaran Covid-19. (yul)













